AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

  • Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

    Foto : Istimewa

  • Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

    Foto : Istimewa

  • Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

    Foto : Istimewa

  • Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

    Foto : Istimewa

  • Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

    Foto : Istimewa

  • Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

    Foto : Istimewa

  • Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

    Foto : Istimewa

Tes Awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia

Auto Bild lakukan tes awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia. Inilah pikap kabin ganda yang satu ini menawarkan durabilitas tinggi yang dibalut dengan harga kompetitif

Auto Bild lakukan tes awal Tata Xenon XT 2.2 A/T di Indonesia. Inilah pikap kabin ganda yang satu ini menawarkan durabilitas tinggi yang dibalut dengan harga kompetitif.

Tata boleh saja bukan merek favorit di dunia otomotif Indonesia. Tapi di negara asalnya, India, produsen ini adalah salah satu carmaker paling populer dan menjadi pilihan bagi banyak penduduknya dengan kebutuhan yang beragam.

Termasuk di laskar pikap kabin ganda, Xenon menjadi opsi bagi mereka yang membutuhkan utulitas mobil komersial dengan ketangguhan sistem gerak 4 roda.

Saat kami menemukan sosoknya di pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2016, Agustus lalu, pikap yang bernama lengkap Tata Xenon XT 2.2 4x4 ini berdiri paling gagah dibanding line up produk Tata yang lain.

Sebabnya karena sebagai mobil bak, ia terlihat lebih padat dengan format double cabin untuk menampung 5 orang penumpang. Selain itu, penggunaan roda besar dengan ban berukuran 235/70 R16 juga membuat posturnya lebih tinggi dan macho.

Tapi secara dimensi, dibanding double cabin lain di Indonesia saat ini, ia justru tampil lebih kompak. Ketika pikap kabin ganda lain semakin besar, Tata Xenon dengan panjang 5,1 meter (5.125 mm) ini seukuran dengan panjang Ford Ranger generasi ke-4 yang muncul pada tahun 2009 di Indonesia.



Meskipun desain itu hal yang relatif, tapi menurut kami Xenon bukanlah mobil yang cantik. Ia masih kalah atraktif dari double cabin Jepang atau Amerika seperti Toyota Hilux, Mitsubishi Strada Triton, Nissan Navara, Isuzu D-Max atau Ford Ranger.

Toh itu tidak masalah karena hal menarik yang ditawarkan Tata adalah durabilitasnya. Sesuai dengan tagline “Play Strong”, Xenon diklaim punya daya tahan ekstra untuk dimanfaatkan sebagai mobil pekerja pengangkut beban.

Saat kami ketuk pun memang terasa kalau bodi itu kokoh dengan konstruksi simpel dan panel yang tebal. Tak cuma di bak, di pintu, pilar hingga kap mesin pun menganut metode seperti ini.

Di bagian dalam juga demikian. Material dan desainnya bukan yang termewah atau yang terindah. Rancangannya sederhana yang dibuat untuk mengedepankan daya tahan ketimbang keindahan tampilan.

Tak ada tuas atau kenop transfer case di kabin. Gantinya adalah saklar putar untuk mengaktifkan sistem penggerak 4x2 dan 4x4. Langkah simpel yang memudahkan.

Meski armrest di kedua bangku depan mampu meningkatkan kenyamanan, tapi bentuk kepala tuas persneling yang besar justru tidak enak digenggam. Tapi untungnya pedal kopling dan bobot tuas persneling ringan saat digerakkan.

Akomodasinya tak bisa dibilang lega. Di bangku depan jelas tidak masalah, namun saat berpindah ke bangku belakang, postur kami dengan tinggi 168 cm menemukan legroom yang terbatas. Bisa menjadi masalah bagi penumpang bertubuh jangkung untuk perjalanan jauh.

Xenon menggunakan mesin turbodiesel berkapasitas 2.179 cc. Mesin ini termasuk canggih berkat aplikasi injeksi langsung, commonrail, dan intercooler. Tak heran tenaganya mencapai 150 dk dan torsi 320 Nm pada 1.700-2.000 rpm.

Kami pernah coba Tata Safari Storme, SUV besar yang memakai mesin sama dengan Xenon ini. Impresinya, akselerasi Safari Storme cukup menggigit dengan konsumsi bahan bakar yang irit.

Di Xenon potensi mesin itu tampaknya akan semakin baik karena final gear menggunakan rasio 4.100. Jadi untuk urusan mengangkut beban, tampaknya bukan masalah bagi Xenon ini.

Terakhir tak kalah penting adalah harga. Ia dilepas dengan nominal Rp 320 juta. Itu merupakan harga paling kompetitif di antara semua double cabin di Indonesia saat ini.

Rival
Nissan Navara SL MT

Mesin: 2.488 cc turbodiesel, 163 dk
0-100 km/jam: 12,1 detik
Harga: Rp 386,3 juta

+: Jaringan aftersales, tenaga, desain
-: Harga

 

First Opinion
Ia jelas bukan produk populer dengan desain cantik, mewah dan berfitur lengkap. Tapi penawarannya di segi harga dan durabilitas layak membuat Tata Xenon gerak 4 roda ini mendapat kesempatan.

Sekilas Pandang
- Garansi 3 tahun atau 100 ribu km
- Tersedia fasilitas On-Road Assistance 24 Jam

349/20-21(6-19Sep)

Tags

Komentar