AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Melihat Proses Produksi Mobil Toyota di TMMIN Plant 2 Karawang

Melihat Proses Produksi Mobil Toyota di TMMIN Plant 2 Karawang

Auto Bild Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk langsung melihat proses produksi mobil Toyota di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 2, di Karawang, Jawa Barat

Auto Bild Indonesia mendapatkan kesempatan langka untuk langsung melihat proses produksi mobil Toyota di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 2, di Karawang, Jawa Barat. Mengapa disebut kesempatan langka, karena TMIIN membuka seluruh akses proses produksi mereka. Contohnya paint shop yang selama ini aksesnya ditutup rapat oleh PT TMMIN.

Perjalanan produksi sebuah mobil dimulai dari proses Stamping Shop. Proses ini bertujuan untuk membentuk lembaran plat besi galvanis menjadi komponen bodi dan sasis. Proses stamping menggunakan alat press motor berkekuatan hingga 1.500 ton. Selanjutnya, kumpulan plat besi yang telah dibentuk, disambungkan di Welding Shop.

PT TMMIN menggunakan dua jenis umum alat las. Spot welder untuk menyambungkan antar panel bodi dan sasis monokok, dan arc welder yang biasanya digunakan untuk las komponen sasis tipe ladder frame. Setelah itu proses berlanjut ke Painting Shop.

Bazooka Washer

Proses pengecatan mobil di TMMIN ternyata cukup kompleks. Proses dimulai  dari perontokan sisa oli di proses stamping, dengan menggunakan bazooka washer. Selanjutnya, permukaan dicelupkan ke tangki berisi cairan kimia fosfat untuk mencegah proses karat dan mempersiapkan permukaan bodi sebelum proses selanjutnya.

Kemudian, seluruh bodi mobil dicelupkan ke tangki berisi cairan primer. Yang spesial, permukaan bodi diberi arus positif, cairannya diberikan arus negatif. Tak heran jika proses ini dinamakan electro-dipping. Dengan dicelupkan dan dialiri listrik, setiap milimeter permukaan bodi baik luar dan dalam dijamin akan terlapisi dengan sempurna.

Assembly Shop

Setelah itu, barulah bodi mobil mendapatkan lapisan cat warna dan clear finish untuk menghasilkan permukaan yang mengilap. Selanjutnya, barulah beranjak ke ruang Assembly Shop.

Disini, seluruh komponen kelengkapan mobil dipasangkan ke bodi mobil. Mulai dari mesin, transmisi, suspensi, kaca, dasbor, jok, dan banyak lainnya. Yang menarik, terdapat beberapa sub-assembly yang bertujuan untuk merakit secara utuh komponen sebelum dipasang ke mobil. Misalnya sub-assembly engine dan sub-assembly dashboard.

Setelah semua komponen telah dipasang dan jadi sebuah mobil utuh, mobil berlanjut ke area inspeksi. Disini performa mesin, pengereman, kekedapan air, kelistrikan dan seluruh fungsi fitur mobil diuji dan dipastikan berfungsi normal. Akhirnya, setelah proses sekitar 27 jam, lembaran plat besi pun berhasil bertransformasi menjadi sebuah mobil.

Komentar