AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Mencoba Mazda CX-3 Terbaru di Laos dan Vietnam

Foto : Trybowo Laksono

Mencoba Mazda CX-3 Terbaru di Laos dan Vietnam

Perjalanan Mazda SKYACTIV ASEAN CARAVAN adalah antar negara. Tepatnya Thailand-Laos dan berakhir di Vietnam (28/6). Dan akhirnya, Auto Bild mencoba Mazda CX-3 terbaru di Laos dan Vietnam

Setelah hari sebelumnya menempuh rute antar kota di Thailand, rute berikutnya yang ditempuh perjalanan Mazda SKYACTIV ASEAN CARAVAN adalah antar negara. Tepatnya Thailand-Laos dan berakhir di Vietnam (28/6). Dan akhirnya, Auto Bild mencoba Mazda CX-3 terbaru di Laos dan Vietnam.

Mazda, CX-3 lebih mungil dari CX-5, namun menggendong mesin yang sama dengan CX-5 2.0 yakni SKYACTIV-G 4 silinder 2.000 cc. Alhasil, soal menaklukkan rute di negara-negara Asia Tenggara ini, menggunakan CX-3 adalah hal yang mudah.

Menariknya, jika lalu lintas di Thailand berorientasi setir kanan dan mobil melaju di jalur kiri, maka di Laos dan Vietnam mobil melaju di jalur kanan dengan mobil lokal di kedua negara itu berstir kiri.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para rombongan. Karena dengan mobil setir kanan, kami masuk di lalu lintas dengan jalur kanan.

Jika kondisi jalan lurus dan tanpa hambatan memang santai-santai saja, tapi masalah muncul kalau rombongan harus mendahului mobil atau truk di depan yang berjalan lamban.

Alhasil, kami pun harus bekerja sama dengan wartawan lain untuk menjadi pemantau di kursi penumpang depan sebelah kiri. Ia lah yang harus ‘mengintip’ dan menginformasikan ke pengemudi bahwa kondisi di depan aman untuk melakukan manuver overtake.

Selain menyalip, ‘masalah’ juga bisa terjadi karena banyak dari pengemudi/tester cenderung disorientasi dengan melaju di tengah jalan. Sebabnya karena terbiasa di jalur kiri, sehingga saat berada di jalur kanan ia cenderung ke kiri.

Untuk masalah ini, Auto Bild menerapkan trik untuk selalu berpatokan pada marka jalan di bahu jalan. Dengan tidak mau terlalu jauh dari marka, maka mobil akan cenderung berada di jalur yang benar.

Pun begitu dengan arus lalu lintasnya. Jika di jalur antar kota Thailand bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 60-70 km/jam, maka di Laos dan Vietnam paling kencang di angka 30-35 km/jam.

Selain lajurnya yang hanya 1-2 lajur, lebar jalan pun lebih sempit dari jalan-jalan di Thailand. Begitu juga dengan permukaan jalan yang beberapa kali kami temukan lubang besar sehingga memperlambat laju rombongan.

Enaknya melaju di rute antar negara ini, kami disuguhi oleh pemandangan yang membuai mata. Lansekap seperti gunung dengan panorama sawah menghijau dan sungai membentang.

Tags mazda cx-3

Komentar