AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Tes Performa Toyota Kijang Innova Diesel di Diesel Challenge 2016

Foto : Tim Auto Bild

Tes Performa Toyota Kijang Innova Diesel di Diesel Challenge 2016

Auto Bild tes performa Toyota Kijang Innova Diesel di Diesel Challenge 2016. Akselerasi Toyota Kijang Innova jelas bukan unggulan di antara para peserta Diesel Challenge tahun ini. Tapi bicara konsumsi bahan bakar, MPV yang semakin mewah ini berani diadu

Auto Bild tes performa Toyota Kijang Innova Diesel di Diesel Challenge 2016. Akselerasi Toyota Kijang Innova jelas bukan unggulan di antara para peserta Diesel Challenge tahun ini. Tapi bicara konsumsi bahan bakar, MPV yang semakin mewah ini berani diadu.

PT Toyota Astra Motor (TAM) memangkas kapasitas mesin Kijang Innova terbaru saat diluncurkan. Namun, meskipun dengan kapasitas mesin lebih kecil yakni 2.393 cc, tenaga yang dihasilkan justru jauh lebih besar. Tercatat tenaga maksimalnya mencapai 149 dk dan torsi maksimum 367 Nm.

Output itu tak lepas dari teknologi yang digunakan. Toyota menyematkan turbo variabel yang dipadu dengan intercooler.

Tenaga sebesar itu diteruskan ke roda belakang melalui transmisi otomatis 6-speed. Rasio giginya cukup rapat dan perpindahannya pun terasa cepat.

Racikan tersebut membuat Innova diesel terasa merata aliran tenaganya. Sehingga ketika Anda membutuhkan tenaga besar untuk menyalip atau menanjak akan tetap terasa nyaman.

Kecekatan transmisinya juga terlihat dari cukup cepatnya girboks turun gigi saat kaki menginjak pedal gas agak dalam. Ini memberi kenikmatan tersendiri untuk pengemudi.

Tetapi harus diakui ada beberapa hambatan yang menjadi rintangan bagi Innova diesel dan harus dilaluinya. Seperti bobotnya yang mencapai 1.725 kg. Belum lagi dimensinya yang panjang membuat MPV keluarga ini kurang dinamis.

Ini terbukti ketika kami melakukan pengetesan akselerasi. Baik saat akselerasi dari 0-60 km/jam dan akselerasi pertengahan di kecepatan 30-60 km/jam.

Ketika tanpa beban, dari 0-60 km/jam dituntaskan Toyota Kijang Innova 5,4 detik. Sementara ketika diisi beban sebanyak 4 orang, akselerasinya lebih lambat 0,4 detik. Pada pengetesan ini Toyota Kijang Innova hanya unggul dari Renault Duster.

Sementara akselerasi pertengahannya yakni 30-60 km/jam tanpa beban waktu yang ditempuh 3,5 detik. Sedangkan saat diisi beban waktunya mencapai 4,1 detik. Sayangnya pada momen pengujian ini Toyota Kijang Innova harus mengakui keunggulan seluruh peserta lainnya.

Perjalanan sejauh 117 km dari Jakarta Barat hingga pantai Anyer, Serang, Banten kami lalui untuk uji konsumsi bahan bakar. Kondisi jalan yang bervariasi menjadi ujian untuk seluruh peserta Diesel Challenge 2016.

Kepadatan lalu lintas kami rasakan ketika di Jakarta Barat hingga tol Karang Tengah, Tangerang. Sementara sepanjang jalur tol Jakarta-Merak cenderung lancar.

Sesampainya di pantai Anyer, konsumsi bahan bakar kombinasi mampu diraih 20 km/liter. Hasil tersebut membuat Toyota Kijang Innova mampu menduduki peringkat kedua, hanya kalah dari Renault Duster.

Hasil apik yang diraih ini terjadi karena perpindahan gigi yang terjadi di bawah 1.500 rpm. Terlebih ada ECO mode yang membuat pengaturan mesin lebih irit dari mode normal.

Kesenyapan kabin pun jadi penting, karena kesan mesin diesel yang memiliki suara lebih bising dari mesin bensin. Kami pun sempat menguji kesenyapan seluruh peserta Diesel Challenge 2016.

Hasil yang dicapai Toyota Kijang Innova tidak terlalu buruk. Untuk kesenyapan dalam kondisi idle, ketika AC off mencapai 30,6 dB. Sedangkan saat AC on hanya naik 0,2 dB saja yang artinya masih cukup nyaman untuk di telinga.



Namun, ketika gas diinjak hingga 2.000 rpm raungan suara mesin mulai menyusup ke dalam kabin. Ketika AC off angka pada alat pengujian kesenyapan menunjukkan 55,9 dB. Berbeda sekitar 25,3 dB dibandingkan dengan kondisi idle.

Bahkan ketika AC dalam kondisi menyala dan mesin berada di 2.000 rpm lompatan hasilnya cukup jauh. Tercatat 59,4 dB atau berbeda 3,5 dB dari kondisi AC mati.

Sepanjang jalan handling-nya terasa lebih baik dari generasi sebelumnya. Ban lebar dengan profil 215/55 R17 cukup untuk memberi kenyamanan.

Bantingan suspensinya cukup kaku karena tidak terisi penuh. Lalu harus diakui putaran setir terasa lebih berat dan harus mengeluarkan tenaga ekstra ketika parkir di tempat sempit.

Kenyamanan dari Toyota Kijang Innova juga memanjakan para penumpang. Seperti hadirnya captain seat (tipe Q) pada baris kedua. Selain itu adanya ambient light memberikan nuansa mewah di dalam.


 

352/50-51(19Okt-1Nov16)

Komentar