AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

  • Honda Jazz RS

    Foto : Rusli Ilvan

First Drive Honda Jazz Facelift Terbaru di Indonesia

First Opinion
Ubahan minornya memang membuatnya terlihat lebih segar. Apabila nanti Jazz akan berganti model, kami sangat berharap ada ubahan di sektor mesinnya. Misalnya pakai teknologi hybrid, atau turbo.


Sekilas Pandang
- Tersedia pilihan transmisi manual 5 percepatan
- Khusus tipe RS ada warna baru Pheonix Orange Pearl dengan atap hitam
- Warna Pheonix Orange Pearl lebih mahal Rp 3 juta

Honda Jazz bisa dibilang pemain senior di kelas Compact Hatchback. Meluncur perdana di Indonesia pada tahun 2004, Honda Jazz langsung melejit dan jadi menu wajib bagi para anak muda kala itu.

Honda Jazz juga sudah beberapa kali menerima ubahan. Mulai dari mesin pada generasi awal yang usung teknologi Intelligent-Dual Sequential Ignition (iDSI), hingga kini pakai mesin katup variabel i-VTEC. Khusus versi transmisi otomatis, Honda Jazz juga sudah berkali-kali ganti tipe penyaluran tenaga. Mulai dari generasi pertama (GD3) yang pakai matik CVT, kemudian di model kedua (GE8) yang pakai matik konvensional, hingga di model terakhir (GK5) yang kembali pakai transmisi CVT namun diimbuhi teknologi Earth Dreams.

Di balik sejarah panjangnya, Honda Jazz di Indonesia memang tidak bisa dianggap remeh. PT Honda Prospect Motor selaku Agen Pemegang Merek Honda di Indonesia pun mengklaim, Honda Jazz jadi produk paling laku di kelasnya.

Tapi kini, berkat banyaknya gempuran dari para rivalnya, Honda merasa perlu untuk membenahi tampilan Jazz agar tetap jadi market leader.

Akhirnya, Honda memilih untuk melakukan ubahan facelift pada Jazz generasi ketiga mereka. Jika diperhatikan sepintas, apalagi saat kondisi mesin mati, Anda mungkin bingung apa yang baru? Tapi saat mesih dihidupkan, baru Anda sadar bahwa setidaknya desain lampunya baru.

Mengapa lampu? Karena Jazz facelift ini pakai model lampu full LED khas Honda, ditambah daytime running lights (DRL) baru yang sepintas mirip desain J Blade Jaguar XE. Lalu apalagi? Ternyata gril dan bumpernya juga pakai desain baru. Lagi-lagi Anda perlu perhatikan betul, agar tahu bedanya.

Beranjak ke samping, desain pelek two-tone kini ganti model. Ada pula side skirt imut, yang sepintas tak terlihat. Khusus di varian RS, spion kini dicat hitam. Sementara di belakang, bumper kini diimbuhi diffuser. Kami suka sekali desain diffuser-nya. Selain harusnya berfungsi untuk aerodinamika, desainnya terlihat amat mencuatkan kesan sporti di mobil ini.

Beranjak ke dalam, hal pembeda paling terlihat adalah desain head unit barunya. Jazz facelift kini pakai head unit touchscreen berdiagonal 8 inci berdesain mengambang. Head unit besar memang terlihat megah dan modern, hanya saja desain mengambangnya terlihat aneh lagi terkesan ringkih.

Tampilan home head unit terkesan membosankan, karena hanya dihiasi 4 menu. Beruntungnya ia sudah mendukung fitur screen mirroring baik untuk Android ataupun iOS. Hal pembeda lain, panel pengaturan AC climate control kini pakai model sentuh. Oh ya, khusus tipe RS, benang jahitan interior kini warna oranye. Rasa sporti pun mencuat.

Kini saatnya mencoba impresi berkendara. Sesuai prediksi awal kami, karena tidak ada ubahan dari segi teknikal, impresi berkendaranya sama persis dengan Jazz versi sebelum facelift ini. Mesin L15 bertenaga 120 dk, terbukti bisa mengakomodasi kebutuhan dalam membangun kecepatan di rentang putaran mesin yang luas.

Meski pakai model CVT, transmisi mobil ini terasa amat sigap. Bahkan terasa mengentak saat injak pedal gas sedikit dalam di kecepatan rendah. Setidaknya unsur fun to drive tidak terlalu tergadaikan dengan transmisi CVT ini, apalagi tersedia paddle-shift untuk berganti gigi ala manual.

Untuk bantingan suspensi memang tidak bisa dibilang empuk. Tapi setidaknya lebih terasa kompromis dibandingkan bantingan suspensi milik Mazda2. Kami juga suka kelegaan kabin di bangku belakang. Apalagi dengan fitur Ultra Seat, memungkinkan Anda membawa barang berdimensi besar dan tinggi ke dalam kabin.

Kesimpulannya sederhana. Facelift yang dilakukan pada Jazz, memang bisa menolong eksistensinya dalam beberapa tahun ke depan. Asal jangan terlalu lama dan terlena. Karena kami merasa sosok Jazz butuh disegarkan secara total.

 

 

374/38-41(9-22Agts2017)

Komentar