AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

  • Honda Mobilio RS CVT

    Foto : Triyatna Widiadi

  • Honda Mobilio RS CVT

    Foto : Triyatna Widiadi

  • Honda Mobilio RS CVT

    Foto : Triyatna Widiadi

  • Honda Mobilio RS CVT

    Foto : Triyatna Widiadi

  • Honda Mobilio RS CVT

    Foto : Triyatna Widiadi

  • Honda Mobilio RS CVT

    Foto : Triyatna Widiadi

  • Honda Mobilio RS CVT

    Foto : Triyatna Widiadi

First Drive Honda Mobilio RS Yang Lebih Nyaman

First Opinion
Wajar saja tidak ada ubahan teknikal pada Mobilio RS baru. Komposisi performa, handling, kenyamanan memang sudah terasa pas. Jika ada saran, coba tingkatkan kualitas material kabin.


Sekilas Pandang
- Vehicle Stability Assist, hanya ada di tipe RS
- Atap dan gril warna hitam, hanya ada di tipe RS
- Tersedia paket perawatan Cermat

 

Januari lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku Agen Pemegang Merek Honda di Indonesia, meluncurkan model baru Honda Mobilio. Hal ini dirasa penting karena Mobilio berhasil menjadi model Honda yang paling laris terjual sepanjang 2016.

Jika pada saat peluncuran kami hanya bisa memandanginya, akhirnya HPM mengajak kami untuk mencoba Honda Mobilio baru. Tidak tanggung-tanggung, kami diajak ke Bali untuk mencoba langsung impresi berkendaranya.

Ubahan menyasar sektor eksterior, interior dan beberapa fitur. Sayangnya, HPM belum merasa perlu untuk melakukan revisi di sektor mesin atau hal teknikal lainnya.

Soal revisi tampang, memang jadi selera personal. Khusus di tipe RS, lampu proyektor yang ada di model sebelumnya justru dihilangkan. Tentu ini akan menuai beragam reaksi.

Lampu proyektor yang absen ini, menurut kami sedikit menghilangkan kesan modern di Mobilio RS. Beruntungnya desain atap warna hitamnya sukses menghadirkan kesan mewah. Dari luar sepintas mirip tampilan atap panoramic.

Langsung saja kami beranjak ke interior, untuk mulai berkendara. Seperti telah diketahui bersama, headrest bangku depan kini pakai model terpisah. Ternyata alasan HPM melakukan ubahan ini adalah berkat input dari konsumen.

Mereka ingin headrest terpisah agar bisa disisipkan headrest monitor. Apapun alasannya, kami suka model jok barunya ini. Sedangkan untuk dasbor tidak ada perubahan.

Putar kunci dan kami mulai berkendara. Asyiknya, kami diberi kebebasan untuk menjelajah pulau Bali. Kami pun langsung terpikir rute sevariatif mungkin untuk bisa merasakan impresinya secara menyeluruh.

Pertama, kami coba untuk mencari rute macet khas kota besar. Jalan Sunset Road pun kami pilih untuk merasakan Mobilio RS di padatnya lalu lintas. Di sini, sarana hiburan jadi penting untuk memecah kepenatan bahkan meningkatkan rasa nyaman di jalan.

Beruntungnya Honda Mobilio RS baru, ada peningkatan di sistem hiburan dan tata suara kabin. Head unitnya kaya fitur. Sayang sekali punya antar-muka yang kurang ramah pengguna. Bahkan kami merasa kesulitan saat ingin mengkoneksikan smartphone via Bluetooth. Oh ya, kami juga merasa sistemnya terasa lamban sehingga kurang responsif dalam mengolah perintah.

Yang menyenangkan, lantunan suaranya cukup baik. Detail nada di frekuensi tinggi terasa presisi. Sayangnya saat mendengarkan lagu dengan lantunan nada rendah yang dominan, speaker-nya mulai terasa keteteran.

Setelah puas merasakan kemacetan, kami pun segera melihat multi information display untuk mengetahui konsumsi bahan bakarnya. Hasilnya, angka 11,3 km/l adalah yang tertera di sana. Masih wajar mengingat rute kami terbilang sangat padat, dengan dominasi antrean lampu lalu lintas yang panjang.

Kemudian kami menuju ke jalan tol Bali Mandara untuk mengetahui performanya. Hasilnya memang tetap khas Mobilio. Dorongan tenaga terasa kuat, namun disalurkan dengan lembut oleh transmisi CVT. Efeknya, Anda jadi tidak sadar bahwa mobil sedang membangun kecepatan dengan kuat.

Terakhir, kami coba Mobilio RS ini di kondisi jalan yang sedikit bergelombang. Kami pun segera melajukan mobil kearah Tegal Wangi. Di jalan ini, kami berpindah posisi ke bangku kedua. Mengapa? Kami penasaran akan impresi jok baris kedua yang kini dipertebal busa bagian bawahnya.

Hasilnya? Memang terasa lebih empuk dibanding Mobilio model sebelumnya. Namun, masih kalah empuk dari busa jok Suzuki Ertiga. Setidaknya ubahan ini bisa meredam efek suspensi kaku khas Honda.

Soal handling, rasanya juga masih sama. Paling menyenangkan di antara Low MPV lain yang ada di pasar. Berminat?

 

 

361/26-27(22Feb-11Mar17)

Komentar

Berita Terkait

test-drive

Selasa, 28 Juni 2016

Uji Performa Honda CR-Z Terbaru

Honda CR-Z hanya dibekali mesin bakar berkapasitas 1.496 cc dengan tenaga 118 dk. Selain itu CR-Z juga memiliki teknologi baterai Integrated Motor Assist

test-drive

Selasa, 28 Juni 2016

Mencoba Impresi Berkendara Honda Accord Terbaru

PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menghadirkan perawakan baru untuk produk Big Sedan mereka yakni Honda Accord. Dan inilah impresi berkendaranya

knowledge

Selasa, 28 Juni 2016

Beda Teknologi Hybrid Honda CR-Z Dan Toyota Camry Hybrid

Bicara soal teknologi hybrid yang dimiliki CR-Z adalah salah satu hal unik yang dimilikinya. Teknologi hybrid-nya dinamai, Integrated Motor Assist (IMA)

umum

Sabtu, 25 Maret 2017

Door Sill Plate Honda HR-V