AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

  • Jaguar XF 2.0 Black Jack

    Foto : Arizona Sudiro

Mencoba Jaguar XF Terbaru di Indonesia

First Opinion
Ubahan visual memang membuat mobil ini terlihat lebih sporti dari tipe 2.0 Prestige. Namun, sebaiknya berikan juga ubahan yang menyentuh sisi teknikal, agar nuansa sporti terasa lebih menyeluruh. Seperti contoh M-Series dari BMW atau AMGSeries dari Mercedes-Benz.


Sekilas Pandang
- Harga sama dengan 2.0 Prestige
- Garansi 3 tahun dan servis 5 tahun “wear and tear”
- Tersedia ragam aksesori yang dijual terpisah

Penyegaran atau peluncuran tipe baru pada sebuah mobil mutlak diperlukan. Selain sebagai salah satu cara untuk memikat pasar, strategi ini juga sebagai bentuk legitimasi sebuah produk masih eksis di pasar.

Tidak terkecuali dengan Granduato Dinamika, selaku Agen Pemegang Merek Jaguar, Land Rover dan Bentley di Indonesia. Di awal tahun 2017, mereka juga menerapkan strategi ini.

Peluncuran tipe terbaru ini, sebagai bukti bahwa Jaguar XF serius ‘bermain’ di kelas Medium Luxury Sedan di Indonesia.

Tipe baru ini, boleh dibilang masih menggunakan nomenklatur khas Jaguar. Namun, jika biasanya Jaguar menyebut edisi spesial mereka bernama Black Pack, Jaguar XF ini dinamai Black Jack. Jadinya, Jaguar XF 2.0 Black Jack.

Sesuai dengan namanya, beberapa komponen di bagian eksterior, dicat warna hitam. Contohnya pada gril, bingkai kaca samping, side under body, pelek, kisi di fender depan, dan garnish di pintu bagasi.

Seketika pandangan kami sedikit tersita cukup lama, saat melihat spion mobil ini. Dari jauh memang terlihat warna hitam, ternyata saat dicermati menggunakan lapisan anyaman serat karbon. Sangat eksotis dan sporti.

Jika warna hitam menjadi inspirasi nama Black, lalu apa alasan mobil ini disertai kata Jack? Setelah kami cari cukup lama, akhirnya kami temukan jawabannya.

Ternyata center cap pada pelek yang biasanya diberi logo khas Jaguar, kini berganti jadi motif Union Jack warna silver. Motif ini juga seperti unsur penegas, bahwa mobil ini berasal dari Negara berbendera ‘Union Jack’, yaitu Inggris.

Jika diperhatikan, ubahan pembeda dengan tipe 2.0 Prestige memang hanya itu. Tidak ada hal teknikal yang membuat tipe Black Jack berbeda.

Namun, meski begitu, ciri khas hitam di tipe Black Jack sukses membuat diferensiasi dengan tipe 2.0 Prestige. Tipe Black Jack sukses terlihat jadi varian sporti, layaknya tipe RSport di Jaguar XE.

Saat kami coba impresi berkendara awalnya, rasanya memang tak ubahnya dengan Jaguar XF 2.0 Prestige yang sudah pernah kami uji sebelumnya. Kami memang sudah paham benar dengan impresi berkendara mobil ini.

Handling Jaguar XF terasa tajam. Bahkan lebih baik jika dibanding BMW Seri 5 reguler. Analisa kami itu bisa terjadi karena penggunaan material aluminium di beberapa sektor sasis.

Material ini memang sudah dikenal memiliki tingkat rigiditas dan bobot yang lebih baik dibanding besi. Jaguar pun memberi klaim, distribusi bobot XF sudah hampir mendekati 50:50.

Mesin masih menggunakan unit 1.999 cc turbo. Sama seperti beberapa produk Jaguar atau Land Rover 2.000 cc model terbaru.

Tersedia mode berkendara Dynamic, Normal, Eco dan Winter. Tentu saja kami paling tertarik dengan mode berkendara Dynamic yang mampu menghasilkan impresi mengemudi agresif.

Hempasan tenaga terasa kuat. Tak heran, Jaguar 2.0 Prestige mampu mencatatkan waktu akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,1 detik. Cukup impresif.

Pada interior tak ada ubahan pembeda dibanding tipe 2.0 Prestige. Bicara fitur, sebenarnya tidak ada yang spesial. Bandingkan dengan para rivalnya yang sudah punya fitur parkir otomatis, auto engine start/stop atau bahkan instrument cluster full LCD.

Sebagai sebuah sedan mewah medium, suguhan akomodasi di bangku belakang, haruslah prima. Beruntungnya legroom boleh dibilang baik, meski tidak jadi yang superior di kelasnya.

Sudah terdapat pula ventilator AC untuk memaksimalkan embusan udara dingin. Sayangnya, kami rasa busa jok Jaguar XF terasa sedikit keras. Sistem tata suara kabin dari Meridian pun terasa kurang menggelora. Untuk urusan bagasi, volumenya mencapai 505 liter.

 

 

359/24-25(25Jan-7Feb17)

Komentar

Berita Terkait

mobil-baru

Senin, 21 November 2016

Jaguar I-Pace SVR Siap Tantang VW E-Golf di 2018

Jaguar turut meramaikan pasar kendaraan ramah lingkungan. Nah dia adalah Jaguar i-Pace SVR yang siap tantang VW e-Golf di 2018

mobil-baru

Kamis, 24 November 2016

Jaguar F-Pace 2018 Terungkap Saat Uji Jalan

Belum lama ini Jaguar telah memperkenalkan mobil konsepnya Jaguar I-Pace di LA Motor Show 2016. Dan sekarang giliran Mini SUV Jaguar F-Pace 2018 yang tertangkap kamera sedang melakukan uji jalan

mobil-baru

Rabu, 26 Oktober 2016

Jaguar XF Sportbrake Terbaru Siap Meluncur Tahun 2017

Meski sebelumnya ada rumor bahwa SUV Jaguar XF Sportbrake akan berakhir, tapi sebuah gambar seakan mematahkan anggapan tersebut. Ditambah Bos Jaguar menyatakan Jaguar XF Sportbrake akan hadir tahun 2017

umum

Senin, 19 Desember 2016

Jaguar F-Pace Edisi Desainer Dilelang

Salah satu Jaguar F-Pace edisi desainer karya Ian Callum terjual di lelang amal seharga Rp 1,7 miliar. Mobil SUV andalan Jaguar bermesin 3.000 cc V6 tersebut dibuat dengan desain unik dan terlihat lebih personal

umum

Rabu, 23 November 2016

Jaguar XKSS Tipe-D Hadir di LA Motor Show 2016

Mobil klasik Jaguar XKSS Tipe-D yang diproduksi pada tahun 1957 kini kembali hadir di LA Motor Show 2016. Diklaimnya ia akan dibangun oleh tim Jaguar Clasic yang menggabungkan nuansa klasik dan modern

first-drive

Jumat, 23 September 2016

Mencoba Jaguar XF di Indonesia

Auto Bild mencoba Jaguar XF di Indonesia milik PT Grandauto Dinamika (GAD). Impresinya, Jaguar XF begitu prima dalam hal pengendalian

knowledge

Jumat, 23 September 2016

Mencoba Bangku Baris Kedua Jaguar XF di Indonesia

Konsumen Jaguar XF di Indonesia bisa jadi tidak akan selamanya berada di balik kemudi. Mid luxury sedan ini memang menyasar konsumen dari kalangan eksekutif. Kami pun mencoba bangku baris kedua Jaguar XF di Indonesia