AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Mencoba Toyota Yaris Heykers CVT di Indonesia

Mencoba Toyota Yaris Heykers CVT di Indonesia

Setelah cukup penasaran dengan ubahan Compact Hatchback milik Toyota yakni Yaris Heykers, kami pun langsung mencoba Toyota Yaris Heykers CVT di Indonesia yang berperawakan layaknya sebuah crossover ini

Setelah cukup penasaran dengan ubahan Compact Hatchback milik Toyota yakni Yaris Heykers, kami pun langsung mencoba Toyota Yaris Heykers CVT di Indonesia yang berperawakan layaknya sebuah crossover ini.

Saat menekan tombol Start/Stop Engine, mesin menderu lebih halus dibanding versi terdahulu yang berkode 1 NZ-FE. Saat diajak melaju memang transfusi tenaga dari mesin ke roda lewat CVT terasa begitu halus dan minim entakan. Namun, karakter CVT yang “mengambang” pada posisi diam hingga mulai begerak perlahan masih sangat terasa.

Terbatasnya arena pengetesan membuat kami tidak dapat merasakan  performanya secara utuh. Namun asumsi kami, performanya tidak akan berbeda jauh dari Toyota Sienta, secara mesin yang digunakan identik. Bahkan Toyota Yaris Heykers kami prediksikan mampu lebih responsif berkat bobot yang diusung lebih ringan dari Sienta.

Mesin Baru Kurang Responsif

Mesin baru 2NR-FE 1.496 cc 4 silinder memang agak terasa kurang bertenaga dibanding mesin terdahulunya. Mesin ini memiliki tenaga 107 dk pada 6.000 rpm dengan torsi maksimum 143 Nm pada 4.200 rpm, ini terpaut 2 dk lebih kecil dari sebelumnya.

Saat diajak melewati jalan bergelombang tinggi, bantingan terasa cukup keras terutama di bagian belakang. Toyota Yaris Heykers masih tetap mudah melewatinya tanpa terasa ada bagian belakang yang terantuk.

Namun, kerasnya suspensi ini berimbas pada pengendalian yang lebih tajam. Pun begitu dengan ukuran ban yang lebih lebar dan tebal membuatnya lebih menapak dan tidak limbung saat diajak bermanuver dengan bodinya yang terbilang jangkung untuk sebuah hatchback.

 

Komentar