AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

  • Toyota New Venturer 2.4 AT

    Foto : Purwandana Budyandaka

  • Toyota New Venturer 2.4 AT

    Foto : Arizona Sudiro

  • Toyota New Venturer 2.4 AT

    Foto : Arizona Sudiro

  • Toyota New Venturer 2.4 AT

    Foto : Arizona Sudiro

  • Toyota New Venturer 2.4 AT

    Foto : Arizona Sudiro

  • Toyota New Venturer 2.4 AT

    Foto : Arizona Sudiro

  • Toyota New Venturer 2.4 AT

    Foto : Arizona Sudiro

Tes Akselerasi Toyota Venturer Yang Lebih Cepat dari Innova Regular

First Opinion
Venturer hanya memberikan impresi berbeda untuk orang yang melihat dari luar. Namun, ketika Anda sudah ada di dalam kabin, akan terasa mirip seperti Kijang Innova 2.4 Q. Bedanya, jok sudah dilapis kulit yang membuatnya lebih nyaman.


Sekilas Pandang
- Tersedia Venturer diesel bertransmisi manual 5 percepatan dan bensin bertansmisi manual dan otomatis
- Torsi maksimum berbeda antara model bertransmisi manual dengan otomatis
- Gratis biaya jasa servis berkala 50 ribu km atau 4 tahun

Adventure atau petualang merupakan kata utama yang diambil untuk penamaan Venturer. Konsep ini coba dituangkan Toyota pada Venturer melalui desain baru yang fokus pada bagian eksterior.

Bisa Anda perhatikan, uang lebih yang Anda keluarkan untuk membeli sebuah Venturer sebetulnya hanya memberikan impresi berbeda pada orang yang melihat dari luar. Sementara Anda yang ada di dalam tidak akan merasakan perbedaan secara signifikan.

Tidak salah memang, tapi setidaknya ketika melaju di jalan, Anda akan merasa mobil Anda akan terlihat berbeda dari yang lain. Itu yang sulit dibandingkan dengan uang berapa pun.

Penggunaan spoiler berwarna hitam yang terpasang di bagian bawah bumper depan sukses membuat Venturer terlihat kekar. Pelek ukuran 17 inci kini bukan hanya monopoli tipe tertinggi saja seperti sebelumnya hanya terdapat di varian Q diesel. Sebab seluruh varian Venturer sudah menggunakan pelek ukuran yang sama dan dicat warna hitam.

Di sektor kabin, secara layout tak ada yang berubah. Penggunaan elemen kayu yang tersemat di lingkar kemudi, sebagian panel dasbor hingga bingkai meja lipat tetap sama. Pun begitu dengan jok model captain seat kini menjadi peranti standar di seluruh varian Venturer.

Yang menjadi pembeda di kabin yakni penggunaan bahan kulit untuk membungkus seluruh jok. Berkat penggunaan kulit berwarna hitam yang dipadu jahitan warna putih memberikan rasa berbeda untuk orang yang ada di dalam. Seluruh penumpang akan lebih nyaman duduk di dalam kabin.

Lantas, bagaimana dengan rasa berkendaranya, apakah ada perbedaan?

Tombol start-stop engine kami tekan, mesin diesel pun menyala diikuti getaran halus dari dalam kabin. Jantung mekanisnya tak mengalami ubahan. Mesin turbodiesel yang dilengkapi teknologi Variable Nozzle Turbo ini memiliki tenaga 149 dk serta torsi 367 Nm.

Tenaga mesin diteruskan melalui trasmisi otomatis 6 percepatan ke roda belakang. Satu hal yang menarik, catatan waktu yang kami dapatkan ketika akselerasi bersama Venturer bisa lebih cepat.

Di tipe Q diesel sebelumnya, sprint dari 0-100 km/jam ditempuh dalam waktu 12,1 detik. Namun, Venturer bisa memangkas 0,2 detik menjadi 11,9 detik saat menggunakan mode Power.

Asyiknya lagi, meski akselerasi lebih cepat, tapi soal penggunaan konsumsi bahan bakar bisa sedikit lebih efisien pada rute dalam kota dan rute tol. Venturer yang kami tes bisa membukukan catatan 0,1 km/l lebih baik. Pada rute dalam kota kini menjadi 13,4 km/l sedangkan rute tol jadi 18,7 km/l.

Bisa jadi, ini pengaruh dari mesin yang sudah break-in. Sekadar informasi, unit yang kami gunakan ini merupakan unit Q 2.4 AT produksi tahun 2016. Lalu ditambah semua aksesori yang menjadikannya sebagai Venturer 2.4 AT. Odometer pun sudah menempuh jarak lebih dari 37 ribu km.

Hal positifnya, bagi Anda yang terlanjur punya Toyota Kijang Innova terbaru varian apapun, bisa dengan mudah upgrade tampilan layaknya Venturer. Karena beberapa penambahan pada Venturer sifatnya lebih kepada penambahan saja seperti pasang spoiler di bumper atau jok yang dilapis kulit.

Bicara soal handling, ia masih terasa kaku khas MPV yang menggunakan sasis tangga (ladder frame). Mobil tetap stabil meski tak terasa kecepatan sudah mencapai 160 km/jam. Sayangnya ketika jalan bergelombang goncangan cukup terasa hingga ke dalam kabin.

Tapi, dengan segala yang dimilikinya, mulai tampilan ciamik, tenaga yang responsif serta efisiensi bahan bakar yang memadai membuat Venturer sangat menyenangkan untuk dikendarai walau harganya sudah menyentuh angka psikologis hampir menyentuh Rp 450 juta.

 

361/32-33(22Feb-11Mar17)

Komentar

Berita Terkait

mobil-baru

Selasa, 25 Oktober 2016

Toyota Innova Venturer Sudah Terdaftar di TPT Kemenperin

Setelah Sienta dan Calya, kini giliran Toyota Innova yang akan meluncur tipe barunya. Ya, Toyota Innova Venturer sudah terdaftar di TPT Kemenperin

bisnis

Senin, 30 Januari 2017

Toyota Avanza Pimpin Penjualan Low MPV di Indonesia

Toyota Avanza memimpin penjualan Low MPV . Titel raja Low MPV rasanya masih tepat disematkan kepada Toyota Avanza dengan total penjualan terbanyak

umum

Minggu, 26 Maret 2017

Kotak Tisu Toyota Innova