AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

  • Chevrolet Spark 1.4 LTZ AT

    Foto : Rusli Ilvan

Test Drive Chevrolet Spark LTZ AT Terbaru di Indonesia

First Opinion
Apresiasi patut kami berikan terhadap usaha Chevrolet dalam merancang Spark terbaru ini. Di kelasnya, harga yang hampir menyentuh Rp 200 juta memang terasa cukup mahal. Tapi, melihat dari apa yang disuguhkan rasanya sangat fair. Apalagi populasinya di jalanan yang belum sebanyak rivalnya asal Jepang membuatnya terasa eksklusif. Sungguh pilihan yang menarik.


Sekilas Pandang
- Tersedia dalam tujuh pilihan warna
- Garansi 3 tahun atau 100.000 km
- Hanya ada pilihan transmisi CVT

Kelas Small Hatchback identik dengan beragam keterbatasan, mulai dari akomodasi yang terbilang sempit hingga fitur yang tidak berlimpah. Alasannya karena faktor ekonomis jadi yang utama di sini.

Pemain di kelas ini didominasi rival-rival asal Jepang dan Korea, contohnya Honda Brio, Nissan March, Daihatsu Sirion, Toyota Etios, Mitsubishi Mirage, serta Hyundai Grand i10 yang memiliki rentang harga di Rp 160-190 jutaan dengan kapasitas mesin di kisaran 1.200-1.300 cc.

Spark terbaru ini memiliki harga yang terbilang mahal di kelasnya yakni Rp 196 juta yang artinya bersanding ketat dengan Hyundai Grand i10 yang punya selisih Rp 500 ribu lebih mahal.

Meski begitu, Spark generasi keempat ini punya kubikasi mesin yang terbesar, yakni 1.399 cc 4 silinder. Jelas merupakan suatu kelebihan dibanding para pesaingnya yang punya kapasitas lebih mungil.

Mesin Ecotec tersebut punya keluaran tenaga 98 dk/6.200 rpm serta torsi 124 Nm/4.400 rpm. Unit itu lalu dikawinkan dengan transmisi CVT berteknologi auxiliary gearbox yang menyalurkan tenaga ke roda depan.

Dengan kapasitas mesin sebesar itu, figur akselerasi 0-100 km/jam yang dituntaskan dalam 11,8 detik memang terasa biasa saja. Tidak begitu kencang, namun tak juga disebut lamban.

Setidaknya transmisi CVT-nya menyalurkan tenaga dengan sangat halus. Respons komputernya pun patut kami apresiasi. Karena saat kami lakukan kickdown, dengan sigap ia mampu memberikan putaran mesin yang dibutuhkan.

Lantas bagaimana dengan efisiensi BBM-nya? Di rute dalam kota ia mencetak angka 12,5 km/l sementara di rute tol dituntaskannya dengan catatan 18,8 km/l. Sangat hemat meski tidak sampai impresif untuk ukuran mobil di kelas ini.

Yang kami suka dari mobil ini ialah kualitas berkendaranya. Setir cukup komunikatif dengan permukaan jalan dan mobil pun dengan mudah diarahkan secara akurat sesuai putaran kemudi.

Masih soal kualitas berkendara, kali ini mengenai suspensi. Tidak bisa dibilang empuk, tapi jauh dari kata keras. Ia lebih cocok disebut firm. Karakternya mantap seperti khas mobil-mobil Chevrolet lainnya.

Saat melalui jalan berlubang atau kontur tidak rata, misalnya, ia Ia tetap mampu memberikan peredaman yang cukup lembut. Sedangkan dibawa menikung cepat juga tidak terasa gejala body roll yang berlebih. Sangat positif untuk ukuran mobil di kelas ini.

Belum lagi dukungan kontrol traksi yang disebut Stabilitrak kian menambah poin keselamatan di mobil ini. Ditambah dua buah airbags, hingga ABS dan EBD di sektor pengeremannya.

Yang menarik di sektor entertainment-nya adalah ia dilengkapi dengan head unit layar sentuh 7 inci MyLink Multimedia system dengan Screen Mirroring. Sudah dapat mengakomodir fitur Android Auto dan Apple CarPlay. Ya, meski Android Auto belum bisa diaktifkan di Indonesia, setidaknya ialah satusatunya yang memilikinya.

Head unitnya punya tampilan mirip dengan kakaknya, yakni Captiva. Kualitas audionya tergolong biasa saja. Tapi, karena Spark punya kekedapan kabin yang cukup baik, membuat suara dari speaker terdengar jelas.

Meski ia hanyalah sebuah small hatcback, nyatanya Chevrolet tetap mampu memberikan sesuatu yang lebih. Ia punya impresi berkendara di atas rata-rata serta fitur keamanan yang lengkap.

Kekedapan kabin dan fitur Mylinknya mampu mengatasi kejenuhan di kabin. Di sini, Chevrolet membuktikan bahwa harga mampu berjalan seiringan dengan apa yang diberikan.

 

 

374/34-37(23Agts-5Sep2017)

Komentar