AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Tips Hindari Beli Mobil Bekas Curian

Tips Hindari Beli Mobil Bekas Curian

Banyaknya kasus penjualan mobil bodong dengan surat asli tapi paslu (ASPAL) tentunya membuat masyarakat resah. Kasatreskrim Polrestabes Tanggerang, AKBP Sumaryono, berbagi tips hindari beli mobil bekas curian

Banyaknya kasus penjualan mobil bodong dengan surat asli tapi paslu (ASPAL) tentunya membuat masyarakat resah. Kasatreskrim Polrestabes Tanggerang, AKBP Sumaryono, berbagi tips hindari beli mobil bekas curian.

Begitu merasa klik, jangan langsung bertransaksi. Setidaknya pembeli mengamati minimal dua kali. ”Pembeli harus melihat dulu mobil sejenis yang ada di dealer resmi. Cocokkan karakter nomor rangka dan nomor mesinnya. Kalau ragu, tidak perlu sungkan mengecek ke samsat,” ujarnya.

STNK Aspal

Selain celah-celah tersebut, ada kemungkinan ketidaksesuaian dokumen. Sebab, sudah berulang-ulang terungkap kasus pemalsuan STNK. Biasanya mobil curian dibuatkan STNK asli tapi palsu alias aspal. Penjual yang sudah berkongsi dengan jaringan pencurian menyiapkan STNK aspal untuk mengaburkan status mobil curian.

Keberadaan mobil dengan STNK aspal pun bukan isapan jempol. Dalam sebuah razia pihaknya pernah menemukan mobil dengan STNK aspal. Pemilik kendaraan memang bisa menunjukkan STNK. Tapi, setelah diamati dengan cermat, STNK tidak identik dengan yang asli.

”Setelah kami cek di samsat, ternyata nomor rangka dan nomor mesin STNK tidak sama dengan yang ada di kendaraan. Mobil itu dibeli langsung pemiliknya dari Jakarta,” beber Sumaryono.

Tarikan Debt Collector    

Mobil-mobil tersebut merupakan hasil penarikan debt collector dari pembeli yang mengalami kredit macet. Mobil itu tidak dimasukkan ke leasing, tapi dilempar ke pasar gelap.

”Bukan promosi, tapi kalau hendak membeli mobil second, memang jauh lebih baik ke dealer yang punya nama dan lokasinya jelas karena lebih terjamin. Kendati begitu, tetap cek, cek, dan cek,” saran Sumaryono.

 

Komentar