AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Bedah Isu Masalah Transmisi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner Terbaru

Foto : Triyatna Widiyadi

Bedah Isu Masalah Transmisi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner Terbaru

Kami akan bedah isu masalah transmisi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner terbaru. Terkait isu transmisi di dua produk Toyota, sebagian konsumen merasa menjadi kelinci percobaan. Toyota Astra Motor pun beri pembelaan diri

Kami akan bedah isu masalah transmisi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner terbaru. Terkait isu transmisi di dua produk Toyota, sebagian konsumen merasa menjadi kelinci percobaan. Toyota Astra Motor pun beri pembelaan diri.

Sejumlah pengguna Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner terbaru diketahui mengeluhkan kinerja transmisi otomatis di mobil mereka yang tidak mulus. Munculnya bunyi keras pada perpindahan gigi-gigi tertentu menjadi indikasinya.

Pengalaman seperti itu diutarakan Jeffie Adrian, pemilik Innova G AT Diesel terbaru asal Jakarta Barat. Kepada Auto Bild, ia mengaku acap kali mendengar bunyi entakan keras yang diduga berasal dari transmisi.

“Apabila mobil melaju dengan kecepatan menengah kemudian saya lepas pedal gas, itu seperti ada suara jeduk. Seolah-olah giginya turun,” kata Jeffie di Jakarta (23/10). Diakuinya, kejadian seperti ini berlangsung ketika pindah gigi dari “D” ke “N” kemudian kembali ke “D” lagi.

Tindakan penanganan pun dicari dan didapatkan dari bengkel resmi Tunas Toyota Batu Ceper, Pecenongan, Jakarta Pusat yang kebetulan memanggilnya untuk perawatan berkala 1.000 km. Keluhan Jeffie diterima dengan baik, tapi informasi dan servis bengkel sempat membuatnya “mengelus dada”.

Pemetaan ulang peranti lunak Engine Control Unit (ECU) atau pengganti transmisi menjadi solusi yang ditawarkan bengkel resmi itu. Namun, hanya opsi pertama yang berhasil terwujud. Hasilnya, langkah tersebut dirasa sedikit mengurangi masalah transmisi yang dialami mobilnya.

Hingga titik ini, para konsumen ini merasa seolah-olah menjadi bagian proses penyempurnaan produk yang dilakukan produsen, dalam hal ini PT TAM. Idealnya, mobil diterima konsumen sudah dalam kondisi bebas dari cacat.

“Kami seperti jadi kelinci percobaan. Tapi bukannya dibayar, malah kami keluar uang. Kan kami yang beli mobil,” ungkap Andy Sulaiman, sosok yang lebih berperan sebagai “motor” dari aliansi pengguna Toyota Kijang dan Fortuner yang kecewa.

Ya, Jeffie memang tidak sendirian menyuarakan keluhannya. Sejauh ini aliansi tersebut sudah berkesempatan bertatap muka langsung dengan perwakilan PT TAM.

“Jawaban-jawaban dari PT TAM yang diberikan untuk masalah ini masih sebatas normatif,” sambung Andy. Hal ini bisa dimaklumi lantaran produsen memang butuh pendalaman masalah.

 

353/58-59(2-15Nov16)

Komentar