AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Recall Toyota Hanya Untuk Masalah Safety

Foto : Triyatna Widiyadi

Recall Toyota Hanya Untuk Masalah Safety

Dihubungi pada kesempatan terpisah sebelumnya, Rouli Sijabat, Public Relations Manager PT TAM menyatakan bahwa recall sebuah produk Toyota erat kaitannya dan hanya untuk masalah keselamatan atau safety

Dihubungi pada kesempatan terpisah sebelumnya, Rouli Sijabat, Public Relations Manager PT TAM menyatakan bahwa recall sebuah produk Toyota erat kaitannya dan hanya untuk masalah keselamatan atau safety.

Sementara, isu transmisi yang belakangan merebak lebih condong kepada persoalan performa mobil. “Recall itu yang pasti menyangkut safety, misalnya airbag,” jelas Rouli.

Terlebih adanya aturan di produsen bahwa kewenangan recall bukan di tangan Agen Pemegang Merek (APM), melainkan prinsipal. Dalam hal ini adalah Toyota Motor Corporation di Jepang. Bahkan, di sejumlah Negara, recall diawali perintah lembaga pemerintah yang mengawasi aspek teknis produk mobil baru yang dipasarkan.

Pernyataan Rouli ada benarnya apabila melihat alasan recall yang dilakukan banyak produsen di berbagai negara. Bahkan, untuk kasus yang samasama mempermasalahkan transmisi.

Contohnya, BMW yang sempat menarik kembali BMW M5 dan M6 lansiran 2015. Saat itu ditengarai girboks tidak bisa mengunci posisi mobil diam pada kondisi mesin mati. Tanpa penggunaan rem parkir.

“Apabila tidak bisa recall, setidaknya ada extended warranty. Kami ingin ada perbaikan yang menyeluruh. Bukan hanya memperbaiki yang rusak kemudian rusak lagi,” kata Krisna Kumar yang merupakan pemilik Kijang Innova G AT asal Jakarta Pusat.

Pada fase ini semuanya dikembalikan kepada produsen. Taqwa menyebut konsumen bisa menilai respons produsen terhadap keluhan-keluhan mengenai produknya.

“Apabila transmisi di sebuah merek tertentu dirasa tidak begitu mulus dan produsen bilang bahwa itu adalah karakternya, berarti sudah menjadi pilihan produsen memberikan kualitas seperti itu,” ungkap Taqwa.

 

353/60-61(2-15Nov16)

Komentar