AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Tenaga Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner Diesel Lama Naik Dengan Piggyback dan Intercooler

Foto : Aries Aditya Putra

Tenaga Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner Diesel Lama Naik Dengan Piggyback dan Intercooler

Tenaga Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner diesel lama naik dengan piggyback dan intercooler. Benar, salah satu cara yang paling praktis adalah dengan mengaplikasi peranti penipu komputer mesin alias piggyback

Tenaga Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner diesel lama naik dengan piggyback dan intercooler. Benar, salah satu cara yang paling praktis adalah dengan mengaplikasi peranti penipu komputer mesin alias piggyback. Yup, Piggyback bukan monopoli bagi mesin bensin lagi. Mesin diesel modern yang telah dikontrol dengan ECU (Electronic Computer Unit) serta berteknologi common-rail bisa bisa dimaksimalkan performanya dengan piggyback. Tinggal pasang, tenaga pun akan meningkat drastis.

Bahkan, “Untuk menyetting piggyback pada mesin diesel lebih mudah ketimbang mesin bensin,” ungkap Theodorus Surya Jaya atau biasa disebut Teddy, punggawa workshop Rev Engineering ini. Salah satu piggyback yang juga mampu memanipulasi mesin diesel adalah Dastek Unichip Type Q+.

Tenaga Naik 2x Lipat

Sebagai gambaran, tenaga standar mesin diesel 2KD-TV bawaan Toyota Kijang Innova dan Fortuner diesel lama yang bertenaga 100 dk, bisa naik dua kali lipat yakni 200 dk dengan hanya menginstalasi piggyback dan komponen pendukung seperti intercooler. ”Karena memang mesin Innova diesel ini sangat potensial untuk dinaikkan tenaganya. Cukup di-setting ulang pasokan bahan bakar dan dinaikkan boost turbonya, tenaga bisa melonjak jauh,” sahut Hendra, salah satu pemilik Innova diesel bertenaga 260 dk dan anggota dari Kaskus Innova Owner Community (KIOC)

Pada mesin bensin, settingan piggyback untuk mendapatkan performa yang maksimal, salah satunya harus benar-benar memperhitungkan AFR (Air to Fuel Ratio), atau istilahnya awamnya, rasio campuran antara bensin dan udara. Kalau tak tepat, “Mesin enggak bakalan bisa sempurna, cuma bahan bakarnya saja yang boros,” sahut mekanik ramah ini. Sementara pada mesin diesel, tahap settingan justru lebih mudah. Lantaran pada dasarnya, tuning diesel dengan hanya menambah pasokan bahan bakar ke mesin, tenaganya pun langsung melonjak.

Pakai Intercooler

Namun, tetap ada konsekuensinya. “Kalau terlalu ekstrem setelannya, maka mesin diesel rentan overheat,” kata Teddy seraya mengingatkan. Karena overheat, performa akan menurun dan bahkan membahayakan daya tahan mesin. Untuk itu, lebih aman lagi jika mengaplikasi intercooler dan EGT (Exhaust Gas Temperature).

Aplikasi intercooler akan membuat kinerja mesin diesel yang telah menggunakan turbo agar semakin maksimal perolehan tenaganya. Karena, suplai udara dari turbo ke mesin akan didinginkan terlebih dahulu oleh intercooler. Selain itu, “Kalau sudah pakai intercooler, maka suhu mesin akan lebih rendah dan resiko overheat bisa diminimalisir,” kata Teddy.
 

Komentar