AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Pasang Lowering Kit

Foto : Triyatna Widiadi

Tips Pasang Lowering Kit Mobil

Tips Pasang Lowering Kit Mobil

Salah satu cara untuk mendongrak tampilan mobil yakni dengan modifikasi pada bagian pelek. Misalnya mengganti dengan diameter yang lebih besar. Tapi, setelah ubahan tersebut, hal yang mengganjal yakni soal ketinggian mobil. Jarak antara roda dengan ruang sepatbor jadi terlihat renggang.

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mereduksi ketinggian ini. Mulai dari memotong per sebagai cara yang paling terjangkau, memasang lowering kit hingga penggunaan coil over. Namun, untuk opsi pertama tidak kami sarankan karena kerja per jadi tidak benar ketika menerima beban impak, selain itu kerja peredam kejut menjadi lebih berat.

Cara paling ideal adalah dengan mengganti per standar dengan per aftermarket yang sudah didesain khusus dan dapat mereduksi ketinggian atau lebih dikenal dengan istilah lowering kit. “Biasanya kalau pakai lowering kit turunnya antara 20-35 mm,” ujar Mono dari bengkel Permaisuri BSD.

Sekadar informasi, lowering kit merupakan salah satu komponen suspensi.  Biasanya per yang dibuat oleh pabrikan aftermarket yang mampu meningkatkan tampilan sekaligus handling mobil.

Namun walau lebih pendek dari ukuran per standar, lowering kit masih mempertahankan kenyamanan layaknya mobil standar. Karena perancangan spring rate dari lowering kit sudah diperhitungkan oleh insinyur yang memang sudah ahli dibidangnya.

Dari sisi harga lowering kit memang beragam. Mulai dari yang paling murah seharga Rp 3 jutaan hingga Rp 6 jutaan. Harga ini bergantung pada jenis dan juga peruntukkan mobil. Salah satu jenis lowering kit yang paling populer adalah tipe progresif.

Pasang Lowering Kit
Pasang Lowering Kit

Per progresif adalah per yang mempunyai jarak tiap ulir berbeda-beda dalam satu per. Di satu sisi, ada ulir yang berjarak rapat dan ada yang berjarak renggang. Ulir dengan jarak rapat bertujuan membuat jarak main per menjadi lebih sedikit. Karena ketika mendapat beban, ulir per dengan jarak rapat ini menjadi saling bersentuhan dan menjadi tidak aktif. Efeknya membuat suspensi mobil lebih kaku sehingga handling meningkat.

Sedangkan ulir yang renggang fungsinya untuk menerima dan memantulkan kembali beban impak yang diterima. Saat dipantulkan oleh ulir renggang, bantingan diserap lagi oleh ulir yang rapat tadi, baru diteruskan ke sokbreker. Sehingga sokbreker menjadi lebih ringan kerjanya.

Jadi bisa dibilang, per progresif memberikan handling terbaik ketika mobil bermanuver dan tetap memberikan kenyamanan berkendara ketika melewati jalan bergelombang. Per jenis ini direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari karena karakter bantingannya yang relatif nyaman dan bisa meningkatkan handling mobil.

 

365/64-65(19Apl-2Mei2017)

Komentar