AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

BLIND SPOT SAAT PARKIR DAN ISI BBM

Foto : Noor Zaenuri

Waspadai Blind Spot Saat Mengemudi di Area SPBU



Banyak dari kita yang terjebak dengan stigma jika blind spot adalah titik buta. Padahal jika dikaitkan dengan keselamatan berkendara maka makna blind spot jauh lebih krusial.

“Blind spot bukanlah titik buta. Blind spot itu area visibilitas atau bidang pandang yang tidak terlihat oleh pengendara karena beberapa faktor,” buka Jusri Pulubuhu, Road Safety Consulting & Driving Training Certification dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC).

Tercatat ada 5 faktor yang bisa menjadi pemicu munculnya blind spot. Mulai dari dimensi kendaraan, lingkungan, kondisi lalu lintas seperti posisi kendaraan yang terhalang di persimpangan jalan, cuaca, hingga muatan kabin yang bertumpuk dan menghalangi pandangan.

“Sederhananya semakin besar dimensi kendaraan maka makin besar blind spotnya. Begitu juga sebaliknya. Dan terkait kasus sedan yang melindas anak kecil itu, faktor pertama ialah perhatian pengemudi yang hanya fokus pada dispenser BBM. Padahal jelas pandangannya terhalang pilar A dan dia luput memperhatikan ada anak kecil yang sedang jongkok disana,” tambah Jusri lagi.

Khusus untuk mobil sedan, blind spot bahkan bisa muncul dari jarak yang dekat saja. Misalkan ada seseorang yang berdiri sekitar 1 meter dan sejajar dengan pilar B maka dipastikan pandangan ke orang tersebut akan terhalang dan jadi blind spot.

Tidak heran jika sekarang, banyak mobil baru sudah dibekali kelengkapan tambahan. Sebut saja aplikasi kaca spion blind spot, sampai hadirnya fitur blind spot monitoring untuk mendeteksi obyek yang dekat dengan kendaraan kita.

“Beberapa kelengkapan tambahan itu memang penting. Namun terkait si pengendara, tentu ada langkah manual yang harus dilakukan jika mengalami situasi blind spot. Contohnya saat menyalip, setelah memastikan situasi aman di kaca spion, Anda perlu menoleh sekilas hingga mendapatkan pandangan yang sempurna untuk melakukan manuver menyalip,” ujar Jusri.

 

 

374/68-69(23Agts-5Sep17)

Komentar