AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Low MPV Flagship

Foto : Dok. Auto Bild

Memilih Low MPV Bekas Terbaik



Meski dua tahun belakangan, pasar SUV sedang berkembang pesat di Indonesia, porsi penjualan terbesar tetap ada di kelas MPV. Lebih spesifiknya lagi ada di kelas Low MPV. Kebiasaan orang Indonesia yang gemar bepergian dengan banyak orang, jadi alasan mobil ini begitu laris manis. Harga murah juga jadi sebab lain, mobil ini sukses menjaring banyak pembeli. Namun, kesan murah coba dihilangkan para produsen dengan meluncurkan tipe tertinggi. Siapa yang paling memukau?

 

Honda Mobilio RS CVT

Harga : 2016
Mesin : 1.497 cc 4 silinder i-VTEC, 118 dk
Harga : Rp 205 juta

+: Desain eksterior sporti, performa, interior lega
-: Bantingan suspensi kaku, transmisi CVT tidak fun to drive, material interior

Konsumsi BBM tol/dalam kota: 14,8/18,9 km/l
Kapasitas Tangki : 42 liter

Honda Mobilio model baru, sudah meluncur Januari 2017 lalu. Meski begitu, tidak membuat pamor Honda Mobilio lawas jadi meredup. Apalagi di tipe tertinggi, RS, desainnya terlihat sporti berkat lampu utama model proyektor yang ditambah lampu senja menyerupai daytime running light.

Soal interior, keluaran model tahun 2016 sudah menggunakan desain dasbor yang identik dengan Honda BR-V. desainnya terlihat modern apalagi sudah menggunakan AC digital. AC double blower pun tak ketinggalan di Honda Mobilio RS. Kami suka akomodasi bangku baris kedua dan ketiga yang paling lega.

Performa mesinnya jadi yang paling baik. Unit 1.497 cc 4 silindernya, mampu melansir tenaga hingga 118 dk. Tak ayal membuat Honda Mobilio jadi yang paling kencang dalam berakselerasi 0-100 km/jam.

Versi matiknya sudah menggunakan jenis CVT yang halus dalam mentransfer tenaga. Handling mobil ini cukup memuaskan di kelas Low MPV. Hal itu hadir berkat penggunaan set suspensi kaku khas Honda. Beruntungnya hal tersebut tidak terlalu menggadaikan kenyamanannya.


Suzuki Ertiga Dreza GS AT

Low MPV Flagship

Harga : 2016
Mesin : 1.373 cc 4-silinder VVT, 92 dk
Harga : Rp 200 juta

+: Bantingan suspensi, kenyamanan interior, head unit kaya fitur
-: Tenaga, akselerasi, desain eksterior

Konsumsi BBM tol/dalam kota: 14,4/19,2 km/l
Kapasitas Tangki : 45 liter

Suzuki tidak mau kalah dalam menyajikan kesan mahal di Low MPV mereka. Suzuki Ertiga Dreza punya tampang yang lebih berkelas dengan desain gril dan bumper depan yang berbeda total dengan versi lainnya. Aksen krom juga bertaburan pada eksteriornya.

Banyak pihak yang tidak mengetahui, bahwa Suzuki Ertiga di tahun produksi 2016 terdapat perubahan di sektor mesin. Raihan tenaga berukuran 3 dk menjadi 92 dk. Tapi, rasio kompresinya ditingkatkan. Suzuki mengklaim, ubahan yang dilakukan ini berguna untuk meningkatkan efisiensinya.

Pada interior, kami suka material dan kualitas pengerjaannya yang presisi. Busa joknya juga yang paling tebal, sehingga bantu sumbang nilai kenyamanan. Bantingan suspensinya juga menjadi yang paling lembut. Head unit bergaya komputer tablet juga membuat interiornya jadi mewah. Fitur head unitnya juga yang paling lengkap.

Untuk handling, Suzuki Ertiga memang tidak setajam Mobilio. Transmisi matik konvensionalnya terbilang cukup cekatan. Apalagi ada mode overdrive off yang bantu kail putaran mesin lebih tinggi, untuk keperluan akselerasi spontan.


Toyota Veloz 1.5 AT

Low MPV Flagship

Harga : 2016
Mesin : 1.373 cc 4-silinder VVT, 92 dk
Harga : Rp 200 juta

+: Bantingan suspensi, kenyamanan interior, head unit kaya fitur
-: Tenaga, akselerasi, desain eksterior

Konsumsi BBM tol/dalam kota: 14,4/19,2 km/l
Kapasitas Tangki : 45 liter

Toyota boleh jadi pelopor dalam menyajikan tipe flagship di Low MPV. Di tahun produksi ini, Toyota Veloz bahkan tersedia di dua pilihan mesin yaitu 1.500 cc dan 1.300 cc. Di model ini pula, Toyota menerapkan ubahan besar-besaran. Mulai dari eksterior, interior, hingga mesin.

Desain eksterior Veloz berbeda dengan Avanza. Gril berdesain ala trapezoidal yang terlihat lebih sporti. Pada foglamp, terdapat bingkai krom yang sepintas mirip celurit. Di bagian belakang, lens extender yang memanjang hingga handle pintu bagasi menjadi ciri pembeda.

Mesin yang dipakai benar benar baru. Mesinnya kini sudah diterapkan teknologi Dual VVT-i. Artinya, mekanisme katup variabel sudah menyentuh kedua katupnya (in dan ex). Dampak positifnya tak lain untuk efisiensi dan performa mesin.

Di interior, ubahan juga cukup banyak. Desain dasbor direvisi sedikit. Oh ya, di panel instrumen juga sudah terdapat indikator Eco. Toyota Avanza jadi satu-satunya Low MPV yang menggunakan penggerak roda belakang. Hal ini tentu berdampak pada bantingan suspensinya yang jadi sedikit keras. Akomodasi bangku baris kedua dan ketiga, kami rasa mirip dengan Suzuki Ertiga.


Our Opinion
Honda Mobilio RS berhasil keluar sebagai yang terbaik. Desainnya sporti, kabinnya paling lega, mesinnya juga paling bertenaga. Tampilan eksterior juga terlihat yang paling menarik dengan gaya sporti dan lampu proyektor. Bagi Anda yang mendambakan kenyamanan, Suzuki Ertiga bisa jadi pilihan. Citra kuat merek Toyota di Indonesia, rasanya tetap jadi alasan banyak orang untuk tetap memilih Toyota Veloz. Mesinnya juga cukup bertenaga.

 

361/115(22Feb-11Mar17)

Komentar