AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Mobil Bekas Rp 200 Jutaan

Mobil Bekas Rp 200 Jutaan

Rp 200 juta, nominal yang cukup luwes untuk membeli mobil. Semakin fleksibel untuk berbelanja mobil bekas

Punya dana Rp 200 juta dan hendak membeli sebuah mobil, maka bisa dibilang Anda memiliki banyak opsi. Mulai dari SUV, sedan, hatchback hingga MPV bisa dipilih, tergantung selera dan kebutuhan masing-masing.

Tapi jika mobil bekas yang Anda taksir, maka nominal itu bisa membuat Anda makin leluasa menentukan pilihan. Tentu karena statusnya mobil bekas maka dengan harga sama, mobil yang Anda dapatkan lebih mewah dan bergengsi.

Oh ya, demi melenturkan pilihan, kami memberi toleransi plus-minus 5% atau Rp 10 juta untuk harga mobil-mobil tersebut.

Selain itu, kami juga memberikan berbagai pilihan mobil untuk  dimasukkan dalam list mobil bekas pilihan kali ini. Tentu dimaksudkan agar dalam memilih mobil, Anda lebih leluasa.

Apa saja mereka? Berikut pilihannya.



Mercedes-Benz C240 sport

Tahun: 2004
Mesin: 2.597 cc V6, 162 dk
Harga: Rp 210 jutaan

+ Jok elektrik, Electronic Stability Programme (ESP), sensor hujan, cruise control, mesin kencang
-  Biaya perawatan, model taksi, boros BBM

C-Class lampu kacang ini sering terpenjara image taksi yang agak merusak kesan mewahnya. Belum lagi isu boros BBM yang jelas tak sesuai dengan harga bahan bakar belakangan ini. Biaya perawatan cukup mahal, seperti contohnya mobil ini menggunakan busi sebanyak 12 buah.

Tapi ia membalasnya dengan kenyamanan mumpuni. Jok sudah elektrik dan ia telah dilengkap Electronic Stability Program (ESP). Mesin V6-nya kencang dan menderu merdu saat digeber maksimal.



Nissan Teana 230 JS AT

Tahun: 2007
Mesin: 2.394 cc V6, 173 dk
Harga: Rp 210 jutaan

+ Bantingan empuk, mesin halus, tenaga mesin
-  Pengendalian, transmisi, konsumsi bbm

Dengan bakatnya sebagai mobil passenger oriented, berkendara dengan Teana paling pas dengan duduk di bangku belakang alias dengan supir. Mesinnya berkitir halus dan tenaganya besar. Namun Anda tidak boleh protes dengan konsumsi bahan bakarnya karena di kelasnya ia bukanlah yang terhemat.

Bantingannya empuk. Anda benar-benar akan merasa se-perti naik mobil premium Eropa di dalamnya. Namun itu harus dibayar dengan pengendalian yang kurang lincah demi memuaskan rasanya nyaman penumpang.




Chevrolet Captiva 2.4 AT

Tahun: 2007
Mesin: 2.405 cc 4 silinder, 144 dk
Harga: Rp 195 jutaan

+ Model menarik, interior mewah, bantingan nyaman, self levelling suspensi
-  Akselerasi berat, konsumsi bbm, depresiasi

Captiva boleh dibilang merupakan penerus dari Blazer. Tapi dengan dibekali model menarik dan perubahan signifikan di interior, Captiva terasa jauh lebih modern ketimbang konservatif layaknya Blazer.

Jangan harapkan ada akselerasi mengagumkan atau konsumsi bbm irit dari mobil ini. Tapi setidaknya Anda bisa nyaman berjalan jauh berkat suspensinya yang cukup empuk. Bahkan ketika dimuati penuh, suspensi belakang mampu menjaga ketinggiannya hingga distribusi bobot tetap rata dan pengendalian terjaga.



 Nissan Serena Highway Star (HWS)

Tahun: 2009
Mesin: 1.998 cc 4 silinder, 147 dk
Harga: Rp 210 jutaan

+ Pengaturan bangku, jok empuk, kabin lega, head unit TV dan DVD player, PSD, kamera mundur
-  Setir kurang feedback, mudah limbung, kualitas plastik interior,

Nissan Serena HWS adalah MPV sejati. Kabin lega dengan jok empuk meruapakan dambaan semua penumpang. Jok baris kedua bisa dihadapkan ke belakang untuk menghasil­kan ruangan mirip family room.

Pintu ditenagai elektrik untuk kepraktisan. Mundur pun lebih aman karena layar HU-nya telah dilengkapi kamera parkir. Bantingannya empuk dan nyaman, namun berdampak negatif pada stabilitasnya saat bermanuver.



Ford Fiesta Sport sedan AT

Tahun: 2012
Mesin: 1.596 cc 4 silinder Ti-VCT, 120 dk
Harga: Rp 210 jutaan

+ Performa, Nyaman,fitur
-  Populasi bekas minim, warna interior, tak ada mode manual

Jika Anda menghendaki performa, maka Fiesta flagship inilah jawabannya. Tak hanya memiliki mesin kencang dan irit, pengendaliannya pun mumpuni bahkan Ford menyertakan saudara satu sasisnya, Fiesta RS dalam reli dunia.

Ia memiliki fitur berlimpah, termasuk voice command yang hanya sedikit mobil memilikinya. Namun Anda harus bersabar mencari karena populasi bekasnya masih langka di pasaran.



Toyota Kijang Innova 2.0 V AT

Tahun: 2010
Mesin: 1.998 cc 4 silinder, VVT-i, 136 dk
Harga: Rp 210 jutaan

+ Tipe termahal, kabin lega, kendaraan investasi
-  Pengendalian, performa, kurang irit

Sebagai penghuni trim termahal, Innova V memiliki fitur dan tampilan yang mewah. Itu membuat nilai representasinya tinggi bagi sang pemilik. Akomodasinya bagus, baik untuk penumpang dan barang.

Karena ia berasal dari dinasti Toyota Kijang, maka popularitasnya membuat ia memiliki harga jual yang baik. Tapi ingatlah bahwa ia bukanlah mobil yang enak dikebut. Pengendaliannya tidak diciptakan untuk bermanuver ekstrem. Begitu juga dengan performa mesinnya, bukannya loyo, tapi kurang asyik untuk dipacu kencang.



Honda All New City E MT

Tahun: 2009
Mesin: 1.597 cc 4 silinder i-VTEC, 120 dk
Harga: Rp 190 jutaan

+ Fun to drive, eksklusif, efisiensi bbm
-  Populasi langka, fitur

Saudara kandung Jazz yang berwujud sedan ini mewarisi karakter mobil Honda yang menyenangkan dikendarai. Mesin responsif dan pengendalian prima adalah hal yang Anda dapat saat mengendarainya.

Populasinya memang minim, dan itu menyulitkan perburuannya, namun setelah dapat Anda akan meraih eksklusivitas tinggi. Sayang fiturnya minim, bahkan pelipat spion elektrik saja ia tidak punya.



Toyota Rush S AT

Tahun: 2012
Mesin: 1.495 cc 4 silinder,  109 dk
Harga: Rp 200 jutaan

+ Kabin lapang, image To­yota, AC dingin
-  Limbung, akselerasi

Jika di Daihatsu Terios satu kabin dibagi untuk 7 penumpang, maka di Rush hanya diperuntukkan 5 penumpang, jadi lebih lega. Rush lebih
beruntung karena ia dinaungi Toyota sehingga imagenya lebih mewah.

Tampilannya lebih gagah berkat ban profil 235/60-16 yang besar dan macho. Namun berdampak negatif pada akselerasi yang kian terhambat dan munculnya gejala limbung saat bermanuver karena suspensinya yang terlalu lembut





 









249/72-73(7-20Nov12)


Tags

Komentar