AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Masalah Pada Kabel Aki Mobil

Foto : Heri Kuswanto

Masalah Pada Kabel Aki Mobil

Inilah beberapa masalah pada kabel aki mobil. Kualitas pada kabel aki dapat ditentukan juga dengan material yang digunakan. Beberapa produsen kabel aki seringkali melakukan penghematan dengan mengganti beberapa bahan pada kabel aki dengan besi

Inilah beberapa masalah pada kabel aki mobil. Kualitas pada kabel aki dapat ditentukan juga dengan material yang digunakan. Beberapa produsen kabel aki seringkali melakukan penghematan dengan mengganti beberapa bahan pada kabel aki dengan besi.

“Kualitas pada kabel aki dapat ditentukan juga dengan material yang digunakan. Beberapa produsen kabel aki seringkali melakukan penghematan dengan mengganti beberapa bahan pada kabel aki dengan besi,” ujar Donovan Aditya Yahya, PhD, Direktur Operasional Wakasa Auto Parts.

Padahal material besi memiliki hambatan yang tinggi dibandingkan dengan bahan aluminium, emas, perak, tembaga dan baja.

“Oleh sebab itu produsen kabel aki yang ingin meraup keuntungan besar menggunakan bahan besi yang dilapisi tembaga agar kelihatan seperti tembaga,” kata Donovan.

Padahal penggunaan material besi pada kabel aki memiliki kekurangan, yaitu mudah dihinggapi karat. Dalam waktu lama besi (Fe) dapat bereaksi dengan udara (O2), hasil reaksi itulah yang menyebabkan timbulnya karat (Fe2O3).

Ketika besi dihinggapi oleh karat, resistensi (hambatan) akan bertambah. Hal ini menyebabkan listrik lebih sulit untuk mengalir ke komponen mobil yang membutuhkannya.

Salah satu hal yang sering terjadi, pemilik mobil akan kesulitan saat hendak menyalakan mesin. Hal itu disebabkan dinamo starter tidak bisa bekerja untuk menyalakan mesin karena tidak cukup besar arus listrik yang dialiri.

“Akibat lain yang dapat ditimbulkan dari karat pada kabel aki ialah energi listrik yang terbuang dan menjadi energi panas,” jelas Donovan. Salah satu indikasinya adalah kabel aki yang menjadi panas saat disentuh.

Masalah lain yang dapat ditimbulkan oleh kabel aki adalah serabut tembaga longgar. Kabel aki dibuat dari serat-serat tembaga tipis yang digabungkan hingga tebal agar memberikan penampang besar hingga memudahkan listrik mengalir.

“Diibaratkan sebuah jalan tol. Semakin lebarnya jalan tol, pasti akan membuat arus lalu lintas listrik menjadi lebih lancar,” kata Donovan.

Jika serat tembaga itu longgar dan memungkinkan untuk udara masuk di antara serat kabel, energi listrik akan sulit berpindah-pindah. Tentunya hal ini membuat nilai resistensi tinggi, pasalnya energi listrik sulit mengalir lewat udara.

Efek dari arus listrik yang hambatannya tinggi adalah energi listrik akan terbuang sebagai energi panas. Energi panas itu dapat meleleh kabel dan memutuskan serabut tembaga. Kabel yang terbakar tentunya dapat memicu kebakaran mobil.

Selain itu perlu diperhatikan juga kabel negatif/massa. Sering orang menganggap bahwa yang penting kabel positifnya, padahal kabel negatif memiliki peranan penting.

Kabel negatif/massa harus lebih pendek atau sama panjangnya dengan kabel positif. Perlu juga dipastikan terminal massa menempel dengan kencang pada bodi mobil tanpa terhalang oleh cat, gemuk, atau kotoran lainnya.
 

 

354/74-75(16-29Nov16)

Komentar