AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

SIM dan STNK Mati Bisa Jadi Sebab Klaim Asuransi Ditolak

SIM dan STNK Mati Bisa Jadi Sebab Klaim Asuransi Ditolak

Ketidaktahuan pemilik polis membuat klaim asuransi bisa saja ditolak oleh pihak asuransi. Makanya, SIM dan STNK mati bisa jadi sebab klaim asuransi ditolak

Pemilik kendaraan yang sudah mendaftarkan mobilnya ke pihak asuransi tentu akan merasa lebih aman jika mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, ketidaktahuan pemilik polis membuat klaim asuransi bisa saja ditolak oleh pihak asuransi. Makanya, SIM dan STNK mati bisa jadi sebab klaim asuransi ditolak.

Marketing Communication & Public Relations Head PT Asuransi Astra Buana, Laurentius Iwan Pranoto menyatakan surat-surat berkendara yang tidak berlaku atau pajaknya mati (STNK) adalah penyebab klaim asuransi ditolak. “Simpel aja, kalau mengemudi syaratnya apa? Bawa STNK masih berlaku dan SIM yang sesuai kan tentunya,” tutur Iwan.

SIM dan STNK Syarat Mutlak Berkendara

Dirinya pun melanjutkan, kalau pengendara tidak punya SIM dan tidak membawa STNK seharusnya tidak boleh berkendara. “Dan kalau masih mengemudi artinya si pengendara sudah melanggar aturan lalu lintas,” jelas Iwan.

Iwan pun menegaskan, hal ini yang membuat pihak asuransi tidak mengcover klaim yang diajukan oleh si pemilik polis asuransi. Menurutnya, hal tersebut sudah jelas tertera dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) di bab 2 pasal 3 ayat 4.2.

“Disitu tertulis, Pertanggungan tidak menjamin kerugian atau kerusakan kendaraan bermotor pada pihak ketiga. Jika pada saat kejadian, kerugian atau kerusakan kendaraan bermotor dikemudikan oleh orang yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutup Iwan.

Komentar