AUTOMOTIVE CONSUMER GUIDANCE

Waspada Pedagang Mobil Bekas Curang!

Waspada Pedagang Mobil Bekas Curang!

Waspada pedagang mobil bekas curang! Hati-hati, mungkin jadi cara paling tepat saat Anda hendak membeli mobil bekas. Sebab, jika tidak teliti, bukan tidak mungkin pembeli menjadi korban penipuan

Waspada pedagang mobil bekas curang! Hati-hati, mungkin jadi cara paling tepat saat Anda hendak membeli mobil bekas. Sebab, jika tidak teliti, bukan tidak mungkin pembeli menjadi korban penipuan. Cek nomor rangka dan mesin, dokumen, dan hal yang kecil seperti spidometer.

Kasatreskrim Polrestabes Tanggerang, AKBP Sumaryono, menyebut, masih banyak celah yang memungkinkan muncul tindak kejahatan dalam penjualan mobil bekas.

Utak-atik Spidometer

Celah paling ringan adalah pengubahan spidometer. Untuk menaikkan harga tawar mobil kepada penjual, spidometer pun diutak-atik. Angkanya yang tinggi direndahkan. Misalnya, mobil sudah menempuh perjalanan 50.000 km, tapi spidometernya diubah menjadi 10.000 km.

Dengan begitu, seolah-olah mobil tersebut jarang dipakai sehingga mesinnya masih oke. Perubahan itu biasanya baru terdeteksi setelah pembeli menyervis mobil ke bengkel. ”Ini sering ditemui, banyak pedagang mobkas yang melakukan itu,” kata Sumaryono.          

Celah lain yang mungkin terjadi adalah penggantian mesin atau rangka. Hal tersebut terjadi jika kendaraan itu rusak, lalu diganti tanpa ada pengajuan izin ke polisi. Dengan begitu, nomor rangka maupun nomor mesin kendaraan tidak sama dengan yang tertera di STNK atau BPKB (Buku Pemilikan Kendaraan Bermotor).

 

Komentar