by

Pilihan Mobil Kompak Dengan Harga Terjangkau

AutoBild.co.id – Harga mobil yang semakin tinggi membuat calon pemilik semakin enggan membeli mobil baru. Bahkan kini sebuah city car baru memiliki rentang harga nyaris mencapai angka Rp 200 juta.

Namun, dengan budget yang jauh di bawah angka Rp 200 juta, Anda bisa memiliki mobil kompak berstatus bekas dengan berbagai kelebihan.

Bicara fitur memang relatif, karena setiap merek memberikan produk yang berbeda-beda. Kesamaan dari mereka adalah punya kelebihan di soal dimensi kompak, konsumsi BBM yang irit, dan kepraktisan tinggi sehingga menjadi poin penting untuk digunakan sebagai transportasi harian.

Hyundai Grand i10 GLS AT

Tahun: 2012-2015
Mesin: 1.248 cc 4 silinder, 87 dk
Harga: Rp 100–130 juta

+: Desain eksterior, fitur entertainment, jok nyaman, pengendalian
-: Harga, jaringan aftersales, citra merek

Bahasa desain modern Hyundai, Fluidic Sculpture membuat Grand i10 lebih proporsional dibanding generasi sebelumnya. Sudah mengadopsi DRL kecil di bagian bumper membuatnya terlihat lebih modern.

Fitur yang tersemat di head unit layar sentuhnya cukup lengkap. Multimedia player (DVD, USB, MP3, CD, TV, Bluetooth, ipod), GPS, hingga koneksi internet-pun tersedia. Joknya terbilang nyaman dengan perpaduan bahan vinyl dan kain.

Teknologi Dual CVVT (Dual-Continuous Variable Valve Timing) membuat tenaga terasa padat di berbagai putaran mesin. Pengendalian terasa lincah, membuatnya mantap digunakan di perkotaan. Sayang, produk yang bagus ini terkendala oleh citra merek yang belum sekuat pabrikan Jepang di Indonesia.

Honda Brio 1.3 E AT

Tahun: 2012-2013
Mesin: 1.339 cc 4 silinder, 100 dk
Harga: Rp 120–130 juta

+: Tenaga, pengendalian, konsumsi BBM
-: Desain interior, kenyamanan, fitur

Memiliki keluaran tenaga 100 dk membuatnya menjadi yang tercepat di kelas Small Hatchback. Pengendalian khas Honda yang terbilang tajam juga turut menyumbang aspek fun to drive terhadap pengemudi.

Sayang, karakter tersebut membuat aspek kenyamanan harus sedikit dikorbankan. Suspensi terasa sedikit keras saat menghadapi jalan yang tidak rata. Konsumsi BBM dalam kota 13,1 km/l, sedangkan luar kota bisa mencapai 19,1 km/l jelas irit.

Desain interior terutama pada dasbor dan doortrim terbilang biasa saja. Begitu pula busa joknya yang tipis dan sandaran kepala yang menyatu membuatnya terlihat sederhana.

Suzuki Splash GL AT

Tahun: 2013-2015
Mesin: 1.197 cc 4 silinder, 86 dk
Harga: Rp 100–120 juta

+: Posisi mengemudi, bantingan suspensi, kelegaan kabin
-: Akselerasi, pengendalian

Penyegaran ringan di beberapa ornamen seperti gril dan rumah foglamp membuatnya terlihat lebih atraktif dibanding versi manual sebelumnya.

Dimensi bodi yang terlihat mungil ternyata memiliki kelegaan ruang cukup lapang di kabin. Headroom dan legroom terasa cukup memadai. Posisi mengemudi ergonomis juga mudah didapatkan.

Soal performa, Splash terbilang biasa saja. Pengendalian juga terbilang kurang cekatan dan cenderung limbung di kecepatan tinggi. Hal tersebut terjadi berkat set suspensi yang cenderung empuk. Namun, ini membuat aspek kenyamanan berada di atas rata-rata.

KIA All New Picanto AT

Tahun: 2012-2015
Mesin: 1.248 cc 4 silinder, 87 dk
Harga: Rp 100–120 juta

+: Desain, harga, warna interior
-: Akomodasi, citra merek, bobot setir

Desain eksterior dengan garis-garis tegasnya membuat ia cenderung terlihat unik dan berkelas di jalanan.

Interior terbilang sederhana, utamanya pada desain dasbor dan setir yang menggunakan palang dua. Penggunaan warna hitam di sekujur kabin membuatnya tidak mudah terlihat kotor. Joknya juga terasa ergonomis.

Impresi berkendara terbilang biasa saja. Bobot setir dirasa kurang natural. Sementara suspensi terbilang cukup keras tapi dengan pengendalian yang biasa saja.

Toyota Etios Valco G M/T

Tahun: 2013-2014
Mesin: 1.197 cc 4 silinder, 79 dk
Harga: Rp 105–115 juta

+: Akomodasi penumpang, suspensi empuk, busa jok tebal
-: Desain eksterior, hanya ada transmisi manual, akselerasi

Tidak ada yang istimewa dari desain luarnya. Ia terlihat datar dan tidak menggugah. Begitu pula bagian interiornya yang terkesan sederhana.

Sisi positif ada di faktor kenyamanannya. Memiliki ruang kabin paling lega di kelasnya. Begitupula akomodasi barang di bagasi. Busa jok yang tebal terasa empuk. Suspensi juga memiliki bantingan yang lembut.

Meski hanya tersedia versi transmisi manual, namun pedal kopling terasa cukup ringan.

Daihatsu Sirion AT

Tahun: 2012-2015
lMesin: 1.298 cc 4 silinder, 92 dk
Harga: Rp 100–130 juta

+: Desain sporti, lampu depan proyektor, akomodasi
-: Posisi jok pengemudi, suspensi keras, kualitas material kabin

Sirion memiliki desain paling agresif. Mencuatkan kesan sporti yang memang diperuntukkan untuk segmen anak muda. Lampu depan sudah dibekali proyektor meskipun masih mengandalkan bohlam halogen.

Head unitnya yang terintegrasi membuatnya terlihat mewah, juga dilengkapi koneksi Bluetooth dan USB. Joknya terasa terlalu tinggi meski sudah disetel paling rendah. Ruang penyimpanan tersebar di berbagai sudut.

Akomodasi di baris belakang cukup menjanjikan. Ruang kepala dan kaki terasa lega. Begitupula dengan kapasitas bagasi yang punya dimensi cukup luas.

Mitubishi Mirage Exceed 1.2 AT

Tahun: 2012-2016
Mesin: 1.193 cc 3 silinder, 75 dk
Harga: Rp 105–150 juta

+: Fitur lengkap, konsumsi BBM, transmisi halus
-: Suspensi keras, akomodasi sempit

Mirage Exceed memiliki fitur terlengkap di kelasnya. Ia dibekali keyless entry, engine start/stop button, AC digital, dan fitur-fitur lainnya.

Transmisi CVT INVECS III yang diusungnya memberi kehalusan dan konsumsi BBM yang irit. Ia mampu mencapai konsumsi BBM 21 km/l di rute tol.

Akomodasi penumpang tergolong biasa saja. Jok belakang yang rata membuat penumpang kurang bisa mendapatkan posisi duduk yang ergonomis.

Chevrolet Aveo 1.4 LT AT

Tahun:2012-2014
Mesin: 1.398 cc 4 silinder, 100 dk
Harga: Rp 100–120 juta

+: Akomodasi, peredaman kabin, suspensi empuk
-: Populasi sedikit, desain instrumen

Memiliki penampilan cukup agresif di bagian depan. Ditandai dengan lampu bulat terpisah dengan ring merah di sekitarnya. Cocok bagi yang berjiwa muda.

Transmisi matiknya memiliki fitur pemindah percepatan secara manual menggunakan tombol plus minus di tuasnya.

Kelegaan kabin menjadi hal positif di mobil ini. Desain jok juga membuat penumpang nyaman berada di perjalanan. Suspensi tergolong empuk sehingga menjamin kenyamanan. Sayang, populasinya terbilang jarang di pasaran sehingga menyulitkan mencari unit bekasnya.

Comment

Berita Terbaru