by

Arti Kode API dan SAE Pada Oli Mesin

AutoBild.co.id – Bagi kebanyakan orang awam, pasti banyak dari anda yang kurang mengerti atau tidak tahu mengenai arti tulisan API, SAE pada kemasan oli mesin yang anda beli bukan ? Jika ada dari anda yang mengetahui itu hal yang bagus sebab sebagai pengguna kendaraan anda mesti mengetahui hal hal tersebut untuk menghindari kesalahan dalam memilih dan membeli oli mesin. Nah, sedangkan bagi yang tidak mengetahui, jangan kuatir sebab autobild.co.id akan membahasnya sebagai berikut :

Arti Kode API dan SAE Pada Oli Mesin

API
API adalah singkatan dari American Petrolium Institute yang mana merupakan kode standar untuk menentukan kualitas oli. Apabila anda melihat pada kemasan oli yang anda gunakan diberikan kode API dengan 2 tambahan alfabet dibelakangnya seperti “API CH” atau “API SN” artinya huruf pertama memiliki makna jenis kendaraan bensin yang dilambangkan dengan huruf S, dan untuk kendaraan bermesin diesel dilambangkan dengan kode huruf C. Dan untuk huruf alfabet kedua bermakna kualitas terbaru oli, contohnya API SN, API SG, dimana API SN merupakan jenis oli yang lebih baru dibandingkan API SG dan biasanya jenis oli terbaru memiliki kualitas lebih baik dibandingkan jenis oli sebelumnya. Semakin baru jenis oli, maka semakin kode huruf alpabetnya pun semakin jauh mendekati huruf Z yang biasa digunakan pada mobil-mobil keluaran tahun terbaru. Sedangkan untuk mobil keluaran lama, tidak di anjurkan untuk menggunakan oli keluaran terbaru, dikarenakan adanya kemungkinan mesin yang digunakan tidak cocok atau tidak dirancang untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan yang digunakan oli terbaru.

SAE
SAE adalah singkatan dari Society of Automotive Engineer dari SAE International dimana sebagai identifikasi dari kekentalan oli. Adapun SAE sendiri adalah merupakan sebuah organisasi yang mengatur standarisasi di berbagai bidang seperti bidang rancang desain teknik dan manufaktur. Pada kemasan oli akan akan melihat tulisan seperti SAE 10W-30, 10W-40, 20W-40, atau 20W-50. Maksud dari huruf W yang terletak dibelakang angka merupakan singkatan dari “winter”, yang mana formulasi oli disesuaikan untuk musim panas dan dingin, sehingga saat suhu mobil dingin olinya pun tidak mengental. Angka paling depan menunjukkan tingkat kekentalan oli pada saat suhu dingin dan angka setelah huruf W mengindikasikan tingkat kekentalan oli pada saat mesin sudah panas atau sudah bekerja, jadi semakin besar angkanya menunjukkan semakin besar tingkat kekentalan oli pada kondisinya. Semakin dingin suhu suatu wilayah, maka tingkat kekentalan oli pun semakin encer yang biasanya bermain di angka SAE 5W-35. Sedangkan untuk di Indonesia sendiri yang beriklim suhu tropis, biasa nya oli yang di gunakan berada pada tingkat kekentalan SAE 10W-30 hingga pada angka SAE 15W-50.

Sekian penjelasan mengenai arti kode API dan SAE pada oli mesin, semoga bermanfaat dan berguna bagi anda dalam menambah ilmu pengetahuan anda mengenai oli sehingga anda dapat dengan bijak memilih oli mesin yang cocok untuk kendaraan kesayangan anda.

Comment

Berita Terbaru