by

Test Drive Mazda CX-5 Grand Touring Terbaru di Indonesia

AutoBild.co.id – Beberapa edisi lalu, kami memang sudah mencoba Mazda CX-5 terbaru, bahkan sebelum peluncurannya. Hanya saja, kami baru mencobanya secara singkat. Tawaran PT Eurokars Motor Indonesia untuk mencobanya lebih ‘intim’ dan lama, tentu tidak kami sia-siakan. Kami begitu penasaran, apakah sematan ‘all-new’ dan terdapatnya 250 ubahan di mobil ini berhasil membawa CX-5 ke arah yang lebih baik?

Rasanya kami tidak usah berpanjang lebar soal desainnya. Intinya kami suka tampilannya yang lebih sporti, lebih clean, dan terlihat lebih dewasa. Oh ya, tipe yang kami coba saat ini adalah Grand Touring yang jadi model bawah. Di atasnya ada tipe Elite, yang pernah juga kami coba singkat.

Secara tampilan eksterior, tidak ada perbedaan sama sekali antara tipe Grand Touring dan Elite. Desain pelek yang biasanya berbeda untuk mencirikan kasta, ternyata tidak terjadi di Mazda CX-5 baru. Ini rasanya jadi strategi cerdas Mazda, yang seolah tidak ingin memarginalkan versi rendahnya. Pintar!

Lain cerita saat Anda masuk ke kabin depan. Anda akan menemukan pembeda antara Grand Touring dengan Elite. Hal paling terlihat adalah, tidak adanya coakan pada bagian atas instrument cluster untuk memproyeksikan Mazda Active Driving Display. Kemudian jika Anda jeli, sensor yang berada di dekat spion tengah kabin juga lebih sedikit di Mazda CX-5 Elite.

Sensor lebih sedikit ini, karena di Mazda CX-5 Grand Touring tidak ada sensor untuk fitur Adaptive LED Headlamps seperti tipe Elite. Fitur itu memungkinkan pendaran lampu jauh yang tidak menyilaukan pengendara di arah berlawanan. Tapi jangan kecewa dulu, sinar lampu CX-5 Grand Touring bisa belok menyesuaikan arah gerak setir, yang justru absen di tipe Elite.

Langsung saja kami berkendara untuk mencobanya lebih dalam. Tak perlu lama, kami langsung senang dengan kesenyapan kabin lebih baik yang ditawarkan oleh Mazda CX-5 baru ini. Mazda memang melakukan beberapa ubahan untuk memperbaiki tingkat noise, vibration, and harshness (NVH) di mobil ini. Ubahan yang dilakukan contohnya penggunaan kaca depan lebih tebal, posisi wiper yang tersembunyi di balik kap mesin, dan seal pintu yang diperbaiki desainnya.

Dampak dari semua itu, ternyata benar terasa. Kesenyapan kabinnya jauh meningkat dari CX-5 model sebelumnya. Saat kami uji kesenyapan kabin, di kondisi idle AC menyala, mobil ini mampu meraih angka 30,7 dB. Angka yang biasanya hadir di mobil-mobil mewah dari Eropa. Luar biasa!

Mazda CX-5 baru juga sudah pakai fitur G-Vectoring Control (GVC). Singkatnya fitur ini bisa mengatur distribusi bobot terbaik saat menikung. Dampaknya? Ternyata benar terasa. Setir jadi sangat akurat, sehingga belok jadi amat terprediksi.

Analogi sederhananya seperti ini, jika Sportscar bisa menikung dengan tajam dan mengasyikkan, Mazda CX-5 bisa menikung dengan santai. Tidak perlu banyak revisi saat Anda dihadapkan dengan jalan menikung yang konstan. Badan juga terasa rileks, karena dampak lain dari GVC adalah mengurangi gaya gravitasi lateral.

Lalu bagaimana dengan performanya? Karena terdapat ubahan di komputer mesin, Mazda CX-5 baru, tenaganya naik 3 dk dan torsi lebih besar 1 Nm. Ternyata hal ini berimbas positif pada konsumsi bahan bakarnya.

Untuk konsumsi bahan bakar rute dalam kota, Mazda CX-5 baru, mencatatkan angka 11,8 km/l. Padahal di rute yang sama, Mazda CX-5 model sebelumnya hanya tembus angka 10,3 km/l. Tren positif berlanjut ke konsumsi rata-rata rute tol, dimana model barunya mencetak angka 16,4 km/l, sementara model sebelumnya hanya 15,2 km/l. Sementara akselerasi 0-100 km/jam, mobil ini sanggup mengunci angka 8,8 detik. Cukup impresif.

Kami rasa, sejumlah ubahan yang diterapkan Mazda CX-5 baru, terbukti berhasil. Tidak hanya lebih baik, lebih jauh ubahan itu juga terasa mengubah taste dari CX-5. Dimana sebelumnya mengutamakan performa dan agresivitas, kini ia berubah jadi SUV ‘santun’ yang nyaman dikendarai.

First Opinion
Anda memang harus komitmen saat ingin beli Mazda CX-5. Dijual dengan harga tinggi, Anda harus kuat menahan godaan Honda CR-V Turbo dengan kapasitas penumpangnya yang lebih banyak. Tapi intinya, Mazda CX-5 baru ini sukses berubah ke arah lebih baik.

Sekilas Pandang
– Warna Soul Red Metallic dan Machine Grey Metallic lebih mahal Rp 4 juta
– Mesin 2.000 cc tidak lagi dijual
– Completely Built-Up Jepang

Comment

Berita Terbaru